Digitalisasi pembelajaran pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama ini banyak diarahkan pada penggunaan layar (screen-time) yang berisiko menggeser interaksi fisik dan sensorimotor anak. Pendekatan phygital menawarkan alternatif dengan mengintegrasikan objek fisik yang dapat dimanipulasi langsung oleh anak dengan augmentasi digital, sehingga pengalaman belajar tetap berbasis gerak dan sentuhan tanpa kehilangan keunggulan interaktivitas teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi konsep, jenis, dan efektivitas media pembelajaran berbasis phygital pada PAUD melalui tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, serta Google Scholar/Mendeley terhadap publikasi tahun 2021–2026, menghasilkan 14 studi yang memenuhi kriteria inklusi dari 297 rekod awal. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa media phygital mencakup augmented reality berobjek fisik, robotika tangible, dan artefak bermain bersensor berkontribusi positif terhadap kemampuan kognitif, literasi awal, computational thinking, serta keterampilan sosial-emosional anak, dengan keunggulan dibanding media digital murni karena tetap mempertahankan keterlibatan motorik dan sosial. Tantangan utama meliputi kesenjangan infrastruktur, kesiapan kompetensi digital pendidik, dan risiko beban kognitif berlebih. Penelitian ini menegaskan kebaruan posisi phygital learning sebagai paradigma transisi yang relevan diadaptasi dalam Kurikulum di Indonesia.