Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Magnesium Sulfat Sebagai Tata Laksana Asma Eksaserbasi Berat: Adityo Wibowo adityo wibowo
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp135-140

Abstract

Eksaserbasi asma merupakan kondisi kegawatan respirasi yang ditandai oleh peningkatan inflamasi saluran napas, bronkokonstriksi, edema mukosa, dan hipersekresi mukus sehingga menyebabkan perburukan obstruksi aliran udara. Pada sebagian pasien yang tidak responsif terhadap terapi lini pertama (bronkodilator kerja cepat, kortikosteroid sistemik, oksigenasi, dan antikolinergik inhalasi), diperlukan terapi adjuvan untuk memperbaiki obstruksi saluran napas dan mencegah perburukan lebih lanjut. Magnesium sulfat intravena direkomendasikan pada Global Initiative for Asthma (GINA) 2026 sebagai terapi tambahan pada eksaserbasi asma derajat berat atau refrakter pasca terapi lini pertama. Magnesium berperan sebagai penghambat kontraksi otot polos bronkus dan memiliki efek modulasi inflamasi pada kondisi eksaserbasi asma. Penggunaan magnesium sulfat intravena sebagai terapi adjuvan yang efektif pada eksaserbasi asma derajat berat harus memperhatikan beberapa kondisi yang meliputi dosis, profil keamanan, efek samping, dan pemantauan pasca administrasi obat.
PENYULUHAN TUBERKULOSIS DALAM RANGKA WORLD TUBERCULOSIS DAY DI RSU AZ ZAHRA LAMPUNG TENGAH Chicy Widya Morfi; Adityo Wibowo; Laisa Azka; Pusparini Kusumajati; Diyan Ekawati
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3915

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadianyang masih cukup tinggi serta menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit menular. Kurangnyapengetahuan masyarakat mengenai mekanisme penularan, deteksi dini, dan pentingnya kepatuhan pengobatanmenjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya risiko penularan dan keterlambatan penanganan TB. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakatmengenai tuberkulosis melalui kegiatan penyuluhan dalam rangka World Tuberculosis Day di RSU Az Zahra LampungTengah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif dengan sasaran kegiatanmeliputi pasien rawat jalan, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang.Materi yang diberikan mencakup epidemiologi tuberkulosis, faktor risiko, tanda dan gejala klinis, prosedur diagnosis,tata laksana pengobatan, pentingnya kepatuhan terapi, serta upaya pencegahan penularan TB. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang terlihat dari antusiasme peserta selama sesi diskusi dankemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan terkait materi yang telah diberikan. Kegiatan penyuluhankesehatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini,pencegahan penularan, dan pengobatan tuberkulosis secara teratur hingga tuntas.