Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Infeksi Virus Dengue dan Keterlibatan Hati: Imunopatogenesis, Mekanisme Cedera Hepatik, dan Implikasi Klinis: Maya Ulfah Maya Ulfah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp173-181

Abstract

Abstrak Infeksi virus dengue merupakan salah satu penyakit arboviral paling penting di dunia yang tidak hanya menyebabkan manifestasi sistemik, tetapi juga dapat menimbulkan keterlibatan hati dengan berbagai tingkat keparahan. Keterlibatan hati pada dengue mencakup spektrum yang luas, mulai dari peningkatan ringan kadar aminotransferase hingga hepatitis berat dan gagal hati akut yang berpotensi mengancam jiwa. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi mekanisme patogenesis yang mendasari cedera hati akibat infeksi dengue serta implikasi klinisnya. Artikel ini mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai epidemiologi, virologi, tropisme hati, respons imun bawaan dan adaptif, peran sitokin dan kemokin, apoptosis hepatosit, serta nilai diagnostik dan prognostik biomarker hati. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kerusakan hati pada dengue merupakan hasil interaksi kompleks antara replikasi virus, aktivasi sistem imun, disregulasi sitokin, disfungsi endotel, dan gangguan mikrosirkulasi. Hepatosit dan sel Kupffer berperan sebagai target utama yang berkontribusi terhadap perkembangan inflamasi dan cedera jaringan. Selain itu, mekanisme antibody-dependent enhancement (ADE), badai sitokin, dan sitotoksisitas sel T turut memperberat kerusakan hepatoseluler. Biomarker seperti aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), albumin, bilirubin, dan parameter koagulasi memiliki potensi untuk mendukung deteksi dini serta stratifikasi risiko, meskipun nilai prediktifnya bervariasi antar populasi dan fase penyakit. Secara keseluruhan, keterlibatan hati merupakan komponen penting dalam patogenesis dengue yang berkaitan erat dengan keparahan penyakit dan luaran klinis. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme biologis yang mendasarinya diperlukan untuk mendukung pengembangan biomarker yang lebih akurat dan strategi terapeutik yang lebih efektif.
Therapeutic Potential of Snakehead Fish (Channa striata) Skin Collagen Hydrogel in Third Degree Burn Wound Healing: A Systematic Review Maya Ulfah; Andriansyah; Tsabita Putri Mahyundari; Hana Azzah Sulya; Ratu Indah Mustika; Nur Indah Fitri Yani; Fadhillah Gusnita Zahra4
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v2i1.pp33-40

Abstract

Third-degree burn wounds represent a severe medical challenge, often resulting in extensive tissue damage, prolonged recovery, and significant morbidity. Current therapeutic approaches frequently face limitations, including inadequate healing, infection risks, and suboptimal cosmetic outcomes. Advanced wound dressings are sought to enhance regeneration and functional recovery. This systematic review synthesises the existing literature on the therapeutic potential of snakehead fish (Channa striata) skin collagen hydrogels for third-degree burn wound healing. Methodologically, a comprehensive search was conducted across three major databases, adhering to PRISMA guidelines, to identify studies published between 2015 and 2026. The review scrutinises the characteristics of snakehead fish skin collagen, including its extraction methods and physicochemical properties, alongside the specific attributes of hydrogels, such as thermosensitivity and the integration of nanoemulsions. Furthermore, it details the complex mechanisms of burn wound healing and evaluates the documented effectiveness of fish collagen-based hydrogels in preclinical models of severe burns. A comparative analysis with conventional dressings highlights the unique advantages and existing limitations of this biomaterial. The synthesis reveals a scarcity of specific studies focusing on Channa striata skin collagen hydrogels for third-degree burns, with most research concentrating on general fish collagen or less severe burn models. Identified research gaps include the need for more targeted formulations, comprehensive preclinical evaluations in third-degree burn models, and subsequent clinical translation. This review underscores the promising biocompatibility and regenerative capacity of snakehead fish skin collagen hydrogels, positioning them as a viable direction for future wound care innovation, provided these research limitations are addressed.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PENGGOLONGAN DAN PENYIMPANAN OBAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI POSYANDU AS-SYIFA, KECAMATAN LABUHAN RATU, KOTA BANDAR LAMPUNG Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Syaripah Ulandari; Okta Puspita; Novita Sari; M. Aditya Permana; Maya Ulfah; Andriansyah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3832

Abstract

Penggunaan obat secara rasional merupakan salah satu dasar utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas. Namun, penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global yang serius dan dapat menyebabkan resistensi antimikroba, peningkatan efek samping obat, pemborosan sumber daya, serta penurunan kualitas pengobatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan golongan dan penyimpanan obat melalui edukasi di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Posyandu As-Syifa, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung sebanyak 23 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan Pre-Evaluasi yang dipandu oleh kader dan pengabdi. Kemudian dilakukan pembagian leaflet informasi mengenai golongan obat. Kegiatan diakhiri dengan kegiatan tanya jawab dan Post-Evaluasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan antara hasil pre-evaluasi dan post-evaluasi pada 23 responden. Hasil analisis menunjukkan tingkat pemahaman pada pre-evaluasi sebesar 83%, kemudian meningkat menjadi 98% pada post-evaluasi setelah pemberian edukasi. Edukasi ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggolongan obat dan cara simpan obat di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.