Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELIGI (Phyllanthus buxifolius (BLUME) MULL. ARG) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidemidis ATCC 12228 Mega Ayu Kusniawati; Indah Ana Resti; Hani Oktariana; Made Laksmi Meiliana
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.496

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus epidermidis menjadi permasalahan serius karena kemampuannya membentuk biofilm dan meningkatkan resistensi terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun seligi (Phyllanthus buxifolius) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Daun seligi diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian dilakukan terhadap lima kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (klindamisin 5%), serta ekstrak etanol daun seligi dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% dalam media nutrient agar. Uji dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan, dan pengukuran diameter zona hambat dilakukan menggunakan jangka sorong. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun seligi pada semua konsentrasi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat paling besar dengan rata-rata 7,53 mm dan sebanding dengan kontrol positif. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun seligi memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami.
EDUKASI DAMPAK PENYALAHGUNAAN OBAT STEROID SECARA BEBAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI SMAN 07 BANDAR LAMPUNG Made Laksmi Meiliana; Okta Puspita; Denny Ardhianto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3823

Abstract

Remaja rentan terhadap penyalahgunaan steroid anabolik-androgenik (AAS) karena tekanan sosial, pengaruh media, dan rendahnya literasi kesehatan. Penggunaan steroid tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti gangguan jantung, kerusakan hati, gangguan hormon, dan masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang bahaya penyalahgunaan steroid melalui kegiatan penyuluhan edukatif sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 siswa SMA Negeri 07 Kota Bandar Lampung. Penyuluhan dilaksanakan pada 16 Juni 2025 dengan metode ceramah, pemutaran video edukasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan pertanyaan yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan siswa masih rendah, yaitu 62,5% kategori rendah, 25% sedang, dan 12,5% tinggi. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan pada post-test, dengan 87,5% siswa mencapai kategori tinggi dan 12,5% kategori sedang. Tidak ada lagi siswa yang berada pada kategori rendah. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan edukatif berbasis interaksi dan media visual efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai risiko penyalahgunaan steroid. Pendekatan ini dapat dijadikan model intervensi promotif dan preventif di kalangan pelajar SMA untuk mendorong perilaku penggunaan obat yang lebih rasional dan bertanggung jawab.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PENGGOLONGAN DAN PENYIMPANAN OBAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI POSYANDU AS-SYIFA, KECAMATAN LABUHAN RATU, KOTA BANDAR LAMPUNG Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Syaripah Ulandari; Okta Puspita; Novita Sari; M. Aditya Permana; Maya Ulfah; Andriansyah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3832

Abstract

Penggunaan obat secara rasional merupakan salah satu dasar utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas. Namun, penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global yang serius dan dapat menyebabkan resistensi antimikroba, peningkatan efek samping obat, pemborosan sumber daya, serta penurunan kualitas pengobatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan golongan dan penyimpanan obat melalui edukasi di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Posyandu As-Syifa, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung sebanyak 23 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan Pre-Evaluasi yang dipandu oleh kader dan pengabdi. Kemudian dilakukan pembagian leaflet informasi mengenai golongan obat. Kegiatan diakhiri dengan kegiatan tanya jawab dan Post-Evaluasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan antara hasil pre-evaluasi dan post-evaluasi pada 23 responden. Hasil analisis menunjukkan tingkat pemahaman pada pre-evaluasi sebesar 83%, kemudian meningkat menjadi 98% pada post-evaluasi setelah pemberian edukasi. Edukasi ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggolongan obat dan cara simpan obat di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.
Literatur Review: Dampak Penggunaan NSAID terhadap Ulkus dan Cedera Saluran Cerna Made Laksmi Meiliana
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i2.109

Abstract

Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) merupakan obat yang banyak digunakan dalam praktik klinis, namun penggunaannya diketahui berhubungan erat dengan terjadinya ulkus dan berbagai bentuk cedera saluran cerna. Artikel review ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan NSAID terhadap ulkus dan cedera saluran cerna berdasarkan sintesis temuan dari 15 jurnal ilmiah yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap artikel penelitian eksperimental, studi observasional, laporan kasus, dan pedoman klinis yang membahas mekanisme, faktor risiko, serta pencegahan cedera gastrointestinal akibat NSAID. Hasil telaah menunjukkan bahwa NSAID dapat menyebabkan kerusakan mukosa saluran cerna atas dan bawah melalui inhibisi enzim siklooksigenase yang menurunkan prostaglandin protektif, efek iritasi topikal langsung, disfungsi mitokondria, peningkatan stres oksidatif, serta gangguan integritas mukosa usus. Manifestasi klinis yang dilaporkan meliputi dispepsia, ulkus peptikum, perdarahan saluran cerna atas, hingga enteropati NSAID yang sering bersifat asimtomatik. Risiko cedera meningkat pada penggunaan jangka panjang, dosis tinggi, usia lanjut, riwayat ulkus, dan penggunaan obat penyerta tertentu. Strategi pencegahan yang konsisten dilaporkan efektif meliputi penggunaan proton pump inhibitor, pemilihan NSAID selektif COX-2 pada pasien berisiko, serta edukasi penggunaan NSAID yang rasional.
Profile Of Patient Diagnosed With Depression In Bandar Lampung In 2023 (BPJS Kesehatan Sample Data From 2024): A Descriptive Study Syaripah Ulandari; Yulianasari Pulungan; Dwi Ismayati; Made Laksmi Meiliana
International Journal of Health Systems and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1 June 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/ijhsp.v2i1.1622

Abstract

Depression is a major global public health concern and a leading cause of disability worldwide, affecting individuals across various demographic groups. Despite its high burden, local descriptive data on depression remain limited, particularly in Bandar Lampung. This study aims to describe the sociodemographic profile of patients diagnosed with depression in Bandar Lampung in 2023 using BPJS Kesehatan sample data. This study employed a descriptive, observational, cross-sectional design using secondary data from the 2023 BPJS Kesehatan dataset. The sample included patients diagnosed with depression based on ICD-10 codes F32 and F33 who accessed referral healthcare facilities (FKRTL). A total of 41 patients from Bandar Lampung were included after data cleaning. Descriptive statistical analysis was conducted to summarize patient characteristics, including diagnosis type, generation, gender, participant segmentation, marital status, and healthcare costs. The results showed that the most common diagnosis was unspecified depressive episode (F329) (31.71%). The majority of patients were from Generation Z (41.46%), female (85.37%), and formally employed participants (31.71%). Most patients were married (53.66%). The total healthcare cost for depression cases reached IDR 10,929,600. These findings highlight the predominance of depression among younger individuals, women, and working populations. In conclusion, depression in Bandar Lampung is influenced by demographic and socioeconomic factors, with higher prevalence observed among vulnerable groups such as Generation Z and women. These findings underscore the need for improved mental health screening, targeted interventions, and strengthened healthcare system support to address depression effectively. Further studies with larger, more comprehensive datasets are recommended.
Analisis Drug Related Problem (DRPs) Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Bandar Lampung Made Laksmi Meiliana; Nihayatul Masykuro; Syaripah Ulandari; Okta Puspita; Denny Ardhianto
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.36553

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi ketidakmampuan jantung untuk mempertahankan curah jantung yang cukup guna memenuhi kebutuhan oksigen dan metabolik jaringan meskipun aliran balik vena memadai. Drug Related Problems (DRPs) adalah kejadian atau keadaan yang melibatkan terapi obat yang dapat berpotensi mengganggu hasil kesehatan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kejadian DRPs pada pasien CHF dan mengidentifikasi persentase tertinggi kejadian DRPs pada pasien CHF di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yaitu data diperoleh dari bulan Januari-Desember 2024. Lima puluh satu sampel dari penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling. Pasien CHF pada penlitian ini sejumlah 51 pasien dengan 38 (74,51%) laki-laki dan 13 (25,49%) pasien perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DRPs pada pasien CHF cukup tinggi, yaitu sebesar 87,93%. Jenis kejadian dengan persentase tertinggi terdapat pada kategori pemilihan obat, sebanyak 165 kejadian (59,36%). Pada kategori efektivitas pengobatan ditemukan 54 (19,43%) kejadian, keamanan terapi 51 (18,35%), pemilihan obat 165 (59,36%), dan pemilihan dosis 8 (2,88%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat subkategori dengan presentase tertinggi penggunaan obat yang tidak sesuai dengan pedoman atau formularium dengan jumlah 50 (17,99%) kejadian.
Efficacy and Safety of Antihypertensive Drugs in Chronic Kidney Disease Patients at Menggala Regional General Hospital Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Dwi Ismayati; Syaripah Ulandari; Okta Puspita; Rena Oktaviana
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 23 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis (JIFFK)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v23i1.14983

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a progressive condition characterized by a gradual decline in glomerular filtration rate, often accompanied by hypertension, necessitating antihypertensive therapy. This study aimed to evaluate the effectiveness of antihypertensive drugs in achieving blood pressure targets (<140/90 mmHg or a mean arterial pressure reduction of ≥20 mmHg) and to identify the incidence of adverse effects in CKD patients at Menggala Regional General Hospital during 2024. A retrospective observational study was conducted using medical records from 199 CKD inpatients selected via purposive sampling. Data analysis employed descriptive statistics, paired t-tests for effectiveness, and chi-square tests for associations between drug types. Results indicated that combination therapy with furosemide IV, candesartan, and amlodipine was the most common (77.4%) and demonstrated effectiveness in 50.8% of cases (p=0.01). Adverse effects occurred in only 1.0% of patients, primarily peripheral edema. The findings underscore the efficacy of combination therapies involving diuretics, ARBs, and CCBs in managing hypertension in CKD, with minimal adverse events. This research provides valuable insights for optimizing antihypertensive regimens in similar settings.
Edukasi penggunaan antibiotik yang bijak untuk pencegahan resistensi di Kelurahan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Ihsanti Dwi Rahayu; Dwi Aulia Ramdini; Citra Yuliyanda Pardilawati; Okta Puspita; Made Laksmi Meiliana; Denny Ardhianto; Syaripah Ulandari; Athaya Aulia Rannisa; Azzahra Hasrianti; Putri Berliana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40232

Abstract

Abstrak Penggunaan antibiotik yang semakin luas di masyarakat perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai fungsi dan aturan pakai yang bijak dalam penggunaannya. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang bijak dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Lampung Tahun 2026 bertujuan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada ibu-ibu kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terkait penggunaan antibiotik yang bijak serta bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode edukasi secara langsung melalui media seperti slide presentasi, flyer, dan poster. Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Analisis statistik dilakukan pada hasil pengisian kuesioner untuk melihat ada tidaknya perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu kader PKK dengan hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai peserta 82,80±11,37 sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 95,60±7,11. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta yang signifikan (p < 0,05) dari pemberian edukasi. Kegiatan pengabdian ini dapat menjadi salah satu strategi upaya promotif terkait penggunaan antibiotik yang bijak guna mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik di masyarakat. Kata kunci: antibiotik; edukasi; bijak konsumsi; resistensi antibiotik; pencegahan Abstract The increasingly widespread use of antibiotics in the community needs to be balanced with a good understanding of their function and wise usage rules. Low public understanding of the wise use of antibiotics can increase the risk of antibiotic resistance. Community service activities in Bumi Waras Village, Bandar Lampung City in collaboration with the University of Lampung's 2026 Impactful Community Service Program (KKN) aimed to provide direct education to women cadres of the Family Empowerment and Welfare (PKK) regarding the wise use of antibiotics and the dangers of antibiotic resistance. This service activity was carried out using direct educational methods through media such as presentation slides, flyers, and posters. Evaluation of the success of the education was carried out by filling out a questionnaire with a one-group pretest–posttest approach. Statistical analysis was conducted on the results of the questionnaire to see whether there were changes in participants' understanding before and after the education. This service activity was attended by 25 women cadres of the PKK with pretest results showing an average score of 82.80±11.37 while the average posttest score increased to 95.60±7.11. The Wilcoxon Signed-Rank test results showed a significant increase (p < 0.05) in participants' knowledge and understanding as a result of the education provided. This community service activity can be a promotional strategy for the wise use of antibiotics to support efforts to prevent antibiotic resistance in the community. Keywords: antibiotics; education; prudent use; antibiotic resistance; prevention
Evaluation of antibiotic use rationality in typhoid fever patients at TK IV 02.07.04 Hospital, Bandar Lampung, using the Gyssens method Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Eka Soraya
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 9 No. 01 (2026): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v9i01.24614

Abstract

Typhoid fever, an infection caused by Salmonella typhi, remains an endemic public health problem in Indonesia, with an estimated 11–20 million cases reported globally each year. Antibiotics are the mainstay of treatment; however, irrational use may lead to bacterial resistance and increased complications. This study aimed to evaluate the rationality of antibiotic use in patients with typhoid fever at TK IV 02.07.04 Hospital, Bandar Lampung, in 2023 using the Gyssens method. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted using 121 medical records of typhoid fever patients from 2023, selected through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Data were analyzed descriptively using the Gyssens method to classify the rationality of antibiotic use (categories 0–VI) and processed using Microsoft Excel. The majority of patients were male (71%), aged 20–35 years (83%), and had a body weight of 61–90 kg (69%). Ceftriaxone was administered to all patients (100%), predominantly at a dose of 1 gram every 12 hours (98%) and for a duration of 5–6 days (76%). Gyssens evaluation revealed that 75% of antibiotic use was classified as rational (category 0), while 25% was irrational, mainly due to excessively short duration of therapy (24%, category IIIB) and inappropriate dosing (1%, category IIA). The use of ceftriaxone was generally consistent with the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 28 of 2021; however, deviations related to treatment duration of less than five days and suboptimal dosing frequency contributed to irrational use. Male patients exhibited a higher risk, potentially associated with increased outdoor activities and lower hygiene practices. These findings highlight the need for stricter monitoring to minimize antimicrobial resistance and optimize therapeutic outcomes. In conclusion, most antibiotic use in typhoid fever patients was rational (75%); nevertheless, a substantial proportion (25%) remained irrational due to noncompliance with recommended duration and dosing. Enhanced adherence to national guidelines and improved hygiene education are recommended to support prevention efforts and control bacterial resistance.