Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Keluarga dan Penguatan Peran Kader dalam Identifikasi Resiko Tinggi Maternal dan Neonatal sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi di Desa Pucangrejo Shinta Ika Sandhi; Desi Wijayanti Eko Dewi; Jumiatun; Pujiati Setyaningsih; Shinta Ayu Nani
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol6.iss2.387

Abstract

Community health cadres play a pivotal role as mediators between primary healthcare facilities and the community, particularly in strengthening preventive health programs. Continuous training is essential to enhance their competencies. Additionally, improving maternal health requires comprehensive education through dedicated maternal classes covering pregnancy management, childbirth, postpartum care, neonatal care, and screening for high-risk conditions. This community service program aimed to strengthen the capacity of health cadres and pregnant women in early detection of high-risk factors to prevent maternal and neonatal complications. Separate training sessions were conducted for 19 cadres and 10 pregnant women, using interactive lectures, participatory discussions, and hands-on practice. Pre- and post-training evaluations demonstrated significant improvement: the proportion of cadres with “good” knowledge increased from 63.2% to 84.2%, while pregnant women improved from 90% to 100%. These findings indicate that cadre training and maternal classes effectively enhance health literacy and strengthen the role of community health cadres at the village level.
SELF-CARE DISMENORE BERBASIS BAHAN ALAMI DAN INTENSITAS NYERI PADA MAHASISWA KEBIDANAN: Self-Care Dismenore Berbasis Bahan Alami dan Intensitas Nyeri Pada Mahasiswa Kebidanan Jumiatun
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 3 (Juli, 2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6559

Abstract

Dysmenorrhea refers to the medical term for pain during menstruation. Dysmenorrhea has a significant impact on daily activities. Self-care can be done through the use of medications, lifestyle modifications, exercise, warm compresses, or the use of natural ingredients. This study aims to analyze the use of natural ingredients as a form of self-care for dysmenorrhea and its relationship with pain intensity in midwifery students. This study uses a quantitative approach with a survey method. The research instrument used a questionnaire, analyzed descriptively in a quantitative way. The results showed that 93.8% of respondents experienced dysmenorrhea, with 94.6% reporting mild pain. Self-care using natural ingredients done by the respondents included turmeric drinks (23.1%) and temulawak drinks (11.5%), while 34% of respondents used aromatherapy consisting of orange (13.2%), peppermint (1.9%), olive oil (13.2%), lemon (3.8%), and lavender flowers (1.9%). There is a relationship between pain intensity and self-care with a p-value of 0.001. It is recommended to provide education about natural materials that can be used as self-care for dysmenorrhea. Future studies are expected to explore more deeply other factors that affect the use of natural materials in reproductive health issues. Keywords: Dysmenorrhea, Self-Care, Natural Materials. Dismenore merujuk pada istilah medis tentang rasa nyeri sewaktu haid. Dismenore memiliki dampak yang signifikan dalam aktifitas sehari-hari. Self care dapat dilakukan melalui penggunaan obat-obatan, modifikasi gaya hidup, olah raga, kompres hangat maupun pemanfaatan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahan alami sebagai bentuk self care dismenore dan hubungannya dengan intensitas nyeri pada mahasiswa kebidanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 93,8% responden mengalami dismenore, dengan intensitas nyeri 94,6% nyeri ringan. Self care menggunakan bahan alami yang dilakukan responden yaitu minuman kunyit (23,1%) dan minuman temulawak (11,5%), 34% responden menggunakan aroma therapy yang terdiri dari jeruk (13,2%), papermint (1,9%), minyak zaitun (13,2%), lemon (3,8%), bunga lavender (1,9%). Sedangkan self care lain yang dilakukan meliputi minum air hangat (19,2%). mengoleskan minyak kayu putih (19,2%), kompres hangat (11,5%), istirahat (11,5%), dan olah raga ringan (3,8%). Ada hubungan antara intensitas nyeri dengan self care dengan p value 0,001. Disarankan agar dilaksanakan edukasi terkait bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai self care dismenore. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi penggunaan bahan alami dalam masalah kesehatan reproduksi. Kata kunci: Dismenorea, Self Care, Bahan Alami.