Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Islam Kreatif Kabupaten Cianjur melalui Pelatihan Numerasi Berbasis Kearifan Lokal Cianjur dalam Mendukung Kurikulum Merdeka Nia Jusniani; Hertin Nopianti; Dwi Fitra Arreski; Tepati Hak kewajiban
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.615

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran numerasi yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah Sekolah Dasar Islam Kreatif Kabupaten Cianjur dengan jumlah peserta sebanyak 27 guru. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya pemanfaatan sumber belajar digital, minimnya soal numerasi kontekstual yang relevan dengan budaya lokal, serta terbatasnya implementasi pembelajaran numerasi berbasis konteks di kelas. Kegiatan PKM dilaksanakan selama dua bulan (Agustus–September 2024) melalui tiga tahapan utama, yaitu pelatihan akses sumber belajar digital, lokakarya penyusunan soal numerasi berbasis kearifan lokal Cianjur, dan implementasi pembelajaran numerasi kontekstual di kelas. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dan berorientasi pada praktik langsung agar sesuai dengan kebutuhan nyata guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam mengakses sumber belajar daring, menyusun soal berbasis konteks lokal, dan menerapkannya dalam pembelajaran. Dampaknya terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa, relevansi materi ajar, serta kepercayaan diri guru dalam berinovasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara kontekstual dan berkelanjutan di tingkat sekolah dasar.
Pendampingan Penyusunan Program Pelatihan Digitalisasi Sekolah Berbasis Profil Kompetensi dan Analisis Kebutuhan Suryo Prabowo; Mukti Amini; Nia Jusniani; Susy Puspitasari; Siti Muyaroah; Tepati Hak Kewajiban
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.3648

Abstract

School digitalization programs often encounter implementation challenges due to the absence of an accurate competency map of educators, resulting in capacity-building initiatives that are frequently misaligned with actual needs. This community service project aimed to assist school management in developing a draft of an adaptive technology training program based on empirical data. The program was implemented using a mixed diagnostic approach that combined the administration of an online digital readiness questionnaire with field validation through face-to-face focus group discussions. The activity involved all teaching staff of the partner school, consisting of twelve classroom teachers and one principal as active participants. The quantitative mapping results and qualitative confirmation revealed that, although teachers demonstrated a high level of ownership of personal digital devices, they faced significant challenges related to limited hardware storage capacity and difficulties in tracking revisions of administrative documents managed manually. Based on these identified issues, the project successfully formulated an official blueprint document for a school digitalization training program, which was jointly approved by the school management for future implementation. The primary benefits for the partner institution included the availability of a measurable staff capacity-development roadmap and increased collective awareness among teachers regarding the importance of transitioning toward cloud-based management systems. This community service initiative concludes that actively involving school stakeholders in diagnosing their internal needs can produce digitalization program designs that are more targeted, accurate, and widely accepted. The findings highlight the importance of data-driven planning as a foundation for sustainable school digital transformation.