Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fondasi Konseptual Pengetahuan dalam Filsafat Ilmu: Tinjauan Literatur Kualitatif Interdisipliner dari Perspektif Epistemologi Kontemporer Asyifa Wulandari; Tri Anita
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v5i1.2267

Abstract

Evolusi konsep pengetahuan telah bergerak jauh dari definisi klasik menuju kompleksitas epistemologi kontemporer yang dipengaruhi oleh teknologi dan dinamika sosial. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis literatur terkini mengenai fondasi konseptual pengetahuan dalam filsafat ilmu. Melalui metode tinjauan literatur kualitatif interdisipliner dengan analisis naratif, penelitian ini menelaah studi terpilih yang menyoroti pergeseran paradigma epistemik. Hasil tinjauan mengungkapkan tiga temuan utama: (1) kebangkitan kembali pragmatisme sebagai landasan validitas pengetahuan yang adaptif; (2) disrupsi kecerdasan buatan (AI) yang menantang definisi agensi dalam produksi pengetahuan; dan (3) urgensi etika epistemik dalam menghadapi misinformasi. Temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan tidak lagi bersifat statis, melainkan sebuah konstruksi dinamis yang memerlukan validasi intersubjektif. Artikel ini memberikan panduan bagi peneliti interdisipliner untuk menavigasi kompleksitas metodologis di era digital.
Penerapan Materi Matematika Peluang dalam Kehidupan Sehari-Hari Melalui Pendekatan Game Based Learning (GBL) Asyifa Wulandari; Andri Suryana
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v5i1.2268

Abstract

Pemahaman konsep matematika peluang (probabilitas) sering kali menjadi tantangan bagi siswa karena sifatnya yang abstrak, meskipun konsep ini fundamental dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Game-Based Learning (GBL) dapat menjembatani kesenjangan tersebut dengan menerapkan konsep peluang ke dalam konteks nyata. Menggunakan metodologi tinjauan literatur kualitatif dengan analisis tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa GBL efektif meningkatkan pemahaman kontekstual siswa melalui simulasi risiko, permainan strategi, dan skenario pengambilan keputusan finansial. Temuan utama mengindikasikan bahwa elemen gamifikasi tidak hanya meningkatkan retensi pengetahuan tetapi juga menurunkan tingkat kecemasan matematika. Namun, tantangan terkait kesiapan guru dan infrastruktur teknologi masih menjadi hambatan signifikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa inovasi dalam desain game edukasi dan dukungan kebijakan sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi GBL. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dan pengembang game untuk menciptakan alat pembelajaran yang relevan secara kultural dan pedagogis.
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS GAMIFIKASI TERHADAP KETERLIBATAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MIPA Asyifa Wulandari; Rifari Baron
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/wjirpm.v7i2.40398

Abstract

Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) kerap menghadapi tantangan rendahnya keterlibatan siswa akibat karakteristik materi yang abstrak. Penelitian ini bertujuan menyintesis tren pemanfaatan media berbasis gamifikasi dan menganalisis dampaknya terhadap keterlibatan siswa (student engagement) pada pembelajaran MIPA. Menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematik (SLR), penelitian ini menganalisis delapan artikel empiris terbitan 2023-2025. Hasil tinjauan menunjukkan platform Quizizz dominan digunakan untuk asesmen formatif, sementara Genially efektif untuk eksplorasi konsep visual. Gamifikasi terbukti meningkatkan hasil belajar kognitif dan partisipasi aktif siswa. Namun, ditemukan anomali berupa efek kebaruan (novelty effect), di mana peningkatan nilai tidak selalu diiringi peningkatan motivasi intrinsik. Tantangan utama implementasi mencakup ketergantungan infrastruktur internet, kesenjangan literasi digital, dan terbatasnya kompetensi TPACK pendidik.