Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN BERBASIS ASRAMA DALAM PENGUATAN KARAKTER SANTRI Aji Abdullah; Mohamad Ali
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen pendidikan pesantren berbasis asrama dalam penguatan karakter santri. Isu yang dikaji adalah bagaimana manajemen pendidikan berbasis asrama di pesantren dapat berkontribusi pada pembentukan karakter santri, dengan mempertimbangkan faktor manajerial, kepemimpinan, dan interaksi sosial. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali fenomena ini secara mendalam, dengan analisis data yang bersumber dari studi literatur terkait dan wawancara dengan pengelola serta santri pesantren. Temuan utama menunjukkan bahwa manajemen pendidikan pesantren berbasis asrama memberikan pengaruh yang signifikan dalam membentuk karakter santri melalui kehidupan yang terstruktur, integrasi ibadah, pembelajaran, dan kegiatan sosial. Kepemimpinan yang humanis dari pengasuh pesantren juga terbukti berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter santri. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya manajemen berbasis asrama dalam pendidikan pesantren. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk memperkuat keterampilan kepemimpinan pengelola pesantren dan meningkatkan kegiatan sosial antar santri. Secara teori, penelitian ini mendukung penerapan teori Modal Manusia, SDM Berkelanjutan, dan Manajemen Pendidikan Transformasional dalam konteks pesantren. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang pengelolaan pendidikan berbasis asrama terhadap perkembangan santri setelah mereka menyelesaikan pendidikan
Ice Breaking Sebagai Relaksasi Belajar Pespektif Teori Behavioristk B.F Skinner Aji Abdullah; Mohamad Ali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7487

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ice breaking sebagai relaksasi belajar dalam perspektif teori behavioristik B.F. Skinner, dengan fokus pada strategi pembelajaran yang mampu mengurangi kejenuhan, meningkatkan motivasi, dan mempertahankan keterlibatan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap artikel jurnal terakreditasi SINTA, jurnal internasional, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan secara sistematis menggunakan teknik content analysis, meliputi identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber yang dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki tiga fungsi utama: sebagai stimulus yang memulihkan perhatian dan kesiapan belajar siswa, sebagai bentuk positive reinforcement yang memperkuat perilaku belajar positif, serta sebagai strategi yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme stimulus, respons, dan penguatan dalam teori behavioristik Skinner masih relevan untuk menjelaskan efektivitas ice breaking dalam pembelajaran modern. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai ice breaking sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya berfungsi sebagai penyegar suasana, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk perilaku belajar aktif dan berkelanjutan. Implikasi dari kajian ini menunjukkan pentingnya integrasi ice breaking secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran guna meningkatkan kualitas interaksi, motivasi, dan keterlibatan siswa. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas ice breaking secara langsung di berbagai jenjang pendidikan dan konteks pembelajaran yang berbeda.