Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ice breaking sebagai relaksasi belajar dalam perspektif teori behavioristik B.F. Skinner, dengan fokus pada strategi pembelajaran yang mampu mengurangi kejenuhan, meningkatkan motivasi, dan mempertahankan keterlibatan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap artikel jurnal terakreditasi SINTA, jurnal internasional, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan secara sistematis menggunakan teknik content analysis, meliputi identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber yang dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki tiga fungsi utama: sebagai stimulus yang memulihkan perhatian dan kesiapan belajar siswa, sebagai bentuk positive reinforcement yang memperkuat perilaku belajar positif, serta sebagai strategi yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme stimulus, respons, dan penguatan dalam teori behavioristik Skinner masih relevan untuk menjelaskan efektivitas ice breaking dalam pembelajaran modern. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai ice breaking sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya berfungsi sebagai penyegar suasana, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk perilaku belajar aktif dan berkelanjutan. Implikasi dari kajian ini menunjukkan pentingnya integrasi ice breaking secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran guna meningkatkan kualitas interaksi, motivasi, dan keterlibatan siswa. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas ice breaking secara langsung di berbagai jenjang pendidikan dan konteks pembelajaran yang berbeda.
Copyrights © 2026