Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Adopsi Sepeda Motor Listrik di Kalangan Generasi Milenial: Penguatan Intensif Ekonomi dan Aksesibilitas Megawati Simanjuntak; Elsa Averina Buntoro
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 2 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0802.1633-1638

Abstract

Tingkat adopsi sepeda motor listrik di Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,1% dari total populasi sepeda motor pada tahun 2024, meskipun berbagai kebijakan dan insentif telah diberlakukan. Hal ini bukan semata persoalan kesadaran lingkungan, melainkan persoalan ekonomi dan aksesibilitas. Penelitian terhadap 245 generasi milenial membuktikan bahwa minat beli lebih ditentukan oleh persepsi kewajaran harga, nilai yang dirasakan, dan kemudahan akses, bukan oleh sikap atau tekanan sosial. Tanpa intervensi yang tepat sasaran, transformasi menuju transportasi rendah emisi akan terus terhambat. Pemerintah perlu segera memperkuat insentif harga yang konsisten, meningkatkan transparansi manfaat ekonomi jangka panjang, dan memperluas infrastruktur serta layanan pendukung secara merata. 
Peran Pemerintah dalam Mendukung Edukasi Digital demi Perilaku Minimalisasi Kemasan Sekali Pakai Megawati Simanjuntak; Alneta Maira Farirahma
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1467-1473

Abstract

Peran pemerintah diperlukan untuk meningkatkan perilaku minimalisasi kemasan sekali pakai secara luas salah satunya dengan pendekatan kampanye video edukasi. Peran kementerian seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sangat penting dalam mendukung diperlukan untuk memperkuat program pendidikan menjadi lebih formal dan luas jangkauannya sehingga individu menjadi lebih responsif terhadap kampanye digital dan efektivitas video edukatif dalam mengubah perilaku konsumen menuju konsumsi berkelanjutandapat meningkat. Kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)diperlukan untuk menyediakan informasi lingkungan, menguatkan literasi digital, dan memperluas jangkauan kampanye berbasis media sosial.
Integrasi Edukasi Digital Food Waste dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional Megawati Simanjuntak; Mutia Ainil Qalbi
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1474-1477

Abstract

Pemborosan makanan “food waste” menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah rumah tangga di Indonesia. Meskipun pemerintah telah memiliki Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga, implementasinya masih menghadapi tantangan pada aspek edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. Di era digital, media sosial seperti Instagram dan TikTok menawarkan peluang besar untuk menyampaikan pesan edukatif secara menarik dan mudah diakses. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan reels edukasi dapat meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat muda terhadap isu food waste. Oleh karena itu, integrasi pendekatan edukasi digital berbasis media sosial dalam kebijakan pengelolaan sampah menjadi langkah strategis untuk memperkuat efektivitas kebijakan nasional, mendorong partisipasi publik, serta mempercepat pencapaian target pengurangan sampah rumah tangga di Indonesia.