Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Legal Relationship in The Subsidized Fertilizer Purchase and Sale Contract between CV Prima Tani and Toko Iffah Widya Cahya Nabila; Suarlan Datupalinge; Muhammad Ikbal
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1822

Abstract

This study aims to examine the nature of the legal relationship between CV Prima Tani and Toko Iffah regarding the sales contract for subsidized fertilizer. A normative legal research method was employed. The findings indicate that the legal relationship between CV Prima Tani acting as the seller or distributor and Toko Iffah acting as the buyer or authorized retailer of subsidized fertilizer is grounded in a sales contract that establishes rights and obligations for both parties. CV Prima Tani is obligated to supply and deliver subsidized fertilizer in accordance with established stipulations regarding quantity, type, quality, and distribution mechanisms, while Toko Iffah is obligated to make payments and distribute the fertilizer to farmers in compliance with applicable regulations. However, implementation challenges persist, such as distribution delays, limited fertilizer availability, and varying levels of understanding among the parties regarding administrative requirements and regulations governing subsidized fertilizer. The study concludes that the sales contract between CV Prima Tani and Toko Iffah has established a binding legal relationship based on the principles of freedom of contract and good faith, as well as statutory provisions. Consequently, there is a need for improved adherence to distribution procedures and more effective oversight to ensure the contract is executed in an orderly manner and yields benefits for the farming community.
Peredaran Produk Makanan Tanpa Sertifikat Halal Dalam Perspektif Perlindungan Konsumen Shintya Maulani Safira; Sutarman Yodo; Muhammad Ikbal; Agus Lanini; Erlan Ardiansyah
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/hscz1w46

Abstract

This article analyzes legal settlements related to food purchase transactions with a focus on the non fulfillment of consumer rights regarding the circulation of non-halal products on the market and the legal implications related to certification obligations. This study is conducted to determine forms of consumer protectio and legal implications related to the circulation of products on the market that do not yet have halal certification. This study uses an empirical juridical an approach that merges primary data gathered from structured interviews with secondary data obtained from relevant legal sources and literature. The results suggest that legal protection for consumers is not fully effective due to the presence of business actors who sell products without certainty about their halal status. To overcome this, preventive and repressive forms of protection can be implemented. The implementation of laws related to halal certification obligations is carried out through socialization, education, supervision, and strict law enforcement. This research contributes to the development of consumer protection discourse by emphasizing the importance of strengthening supervision and transparency related to halal certification.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KASUS CARD TRAPPING PADA NASABAH BNI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA Muliani; Muhammad Ikbal; Adiguna Kharismawan
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 3 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/x9ct0b05

Abstract

Perkembangan  teknologi  perbankan  yang  pesat,  khususnya  penggunaan  mesin  ATM,  telah  memunculkan  kejahatan  card  trapping,  yakni  modus  penipuan  di  mana  pelaku  memasang  alat  jebakan  pada  slot  kartu  mesin  ATM  untuk  menahan  kartu  nasabah  dan  menguras  saldo  rekeningnya.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  hukum  normatif  dengan  pendekatan  perundang-undangan  (statute  approach),  pendekatan  konseptual  (conceptual  approach),  dan  pendekatan  kasus  (case  approach).  Bahan  hukum  yang  digunakan  meliputi  bahan  hukum  primer  berupa  KUHPerdata,  UU  No.  8  Tahun  1999  tentang  Perlindungan  Konsumen,  POJK  No.  6/POJK.07/2022,  dan  PBI  No.  7/52/PBI/2009,  serta  bahan  hukum  sekunder  berupa  literatur,  jurnal,  dan  hasil  penelitian  terdahulu. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  perlindungan  hukum  terhadap  nasabah  korban  card  trapping  bersifat  preventif  dan  represif,  berlandaskan  pada  Pasal  1365  dan  Pasal  1367  KUHPerdata  yang  mewajibkan  bank  bertanggung  jawab  atas  kerugian  akibat  kelalaian  pengamanan  mesin  ATM,  serta  diperkuat  oleh  UU  Perlindungan  Konsumen,  POJK,  dan  regulasi  Bank  Indonesia.  Dalam  Putusan  Nomor  149/Pdt.G/2021/PN  Dps,  Majelis  Hakim  menjatuhkan  putusan  "mengabulkan  gugatan  Penggugat  untuk  sebagian"  dengan  pertimbangan  bahwa  Bank  BNI  terbukti  melakukan  Perbuatan  Melawan  Hukum  karena  seluruh  unsur  Pasal  1365  KUHPerdata  terpenuhi,  yakni  adanya  perbuatan,  sifat  melawan  hukum,  unsur  kesalahan  berupa  kelalaian,  kerugian  nyata,  dan  hubungan  kausalitas.  Pertimbangan  hakim  juga  didasarkan  pada  doktrin  vicarious  liability  melalui  Pasal  1367  KUHPerdata,  yang  membebankan  tanggung  jawab  bank  atas  mesin  ATM  sebagai  fasilitas  di  bawah  pengawasannya.  Putusan  ini  menjadi  yurisprudensi  penting  dalam  memperkuat  posisi  hukum  nasabah  sebagai  konsumen  jasa  perbankan.   Kata Kunci: Card Trapping, Perbuatan Melawan Hukum, Perlindungan Konsumen 
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KASUS CARD TRAPPING PADA NASABAH BNI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA Muliani; Muhammad Ikbal; Adiguna Kharismawan
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 3 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/x9ct0b05

Abstract

Perkembangan  teknologi  perbankan  yang  pesat,  khususnya  penggunaan  mesin  ATM,  telah  memunculkan  kejahatan  card  trapping,  yakni  modus  penipuan  di  mana  pelaku  memasang  alat  jebakan  pada  slot  kartu  mesin  ATM  untuk  menahan  kartu  nasabah  dan  menguras  saldo  rekeningnya.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  hukum  normatif  dengan  pendekatan  perundang-undangan  (statute  approach),  pendekatan  konseptual  (conceptual  approach),  dan  pendekatan  kasus  (case  approach).  Bahan  hukum  yang  digunakan  meliputi  bahan  hukum  primer  berupa  KUHPerdata,  UU  No.  8  Tahun  1999  tentang  Perlindungan  Konsumen,  POJK  No.  6/POJK.07/2022,  dan  PBI  No.  7/52/PBI/2009,  serta  bahan  hukum  sekunder  berupa  literatur,  jurnal,  dan  hasil  penelitian  terdahulu. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  perlindungan  hukum  terhadap  nasabah  korban  card  trapping  bersifat  preventif  dan  represif,  berlandaskan  pada  Pasal  1365  dan  Pasal  1367  KUHPerdata  yang  mewajibkan  bank  bertanggung  jawab  atas  kerugian  akibat  kelalaian  pengamanan  mesin  ATM,  serta  diperkuat  oleh  UU  Perlindungan  Konsumen,  POJK,  dan  regulasi  Bank  Indonesia.  Dalam  Putusan  Nomor  149/Pdt.G/2021/PN  Dps,  Majelis  Hakim  menjatuhkan  putusan  "mengabulkan  gugatan  Penggugat  untuk  sebagian"  dengan  pertimbangan  bahwa  Bank  BNI  terbukti  melakukan  Perbuatan  Melawan  Hukum  karena  seluruh  unsur  Pasal  1365  KUHPerdata  terpenuhi,  yakni  adanya  perbuatan,  sifat  melawan  hukum,  unsur  kesalahan  berupa  kelalaian,  kerugian  nyata,  dan  hubungan  kausalitas.  Pertimbangan  hakim  juga  didasarkan  pada  doktrin  vicarious  liability  melalui  Pasal  1367  KUHPerdata,  yang  membebankan  tanggung  jawab  bank  atas  mesin  ATM  sebagai  fasilitas  di  bawah  pengawasannya.  Putusan  ini  menjadi  yurisprudensi  penting  dalam  memperkuat  posisi  hukum  nasabah  sebagai  konsumen  jasa  perbankan.   Kata Kunci: Card Trapping, Perbuatan Melawan Hukum, Perlindungan Konsumen