Integrasi Dasar-Dasar Rekayasa (Engineering Fundamentals) ke dalam kurikulum nasional Indonesia merepresentasikan suatu pergeseran paradigma yang signifikan, yaitu dari pembelajaran berbasis konten menuju pendidikan berbasis kompetensi yang secara sengaja menumbuhkan integritas, etika, nasionalisme, dan inovasi. Studi konseptual-kualitatif ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) dan analisis konseptual terhadap 55 artikel bereputasi internasional yang terindeks Scopus/Web of Science (Q1–Q2) periode 2019–2025, serta dokumen kebijakan nasional (Capaian Pembelajaran, Kemendikbudristek 2022; 2024). Penelitian ini mengonseptualisasikan enam komponen inti Dasar-Dasar Rekayasa, yaitu Berpikir Desain (Design Thinking), Berpikir Sistem (Systems Thinking), Kolaborasi Interdisipliner (Interdisciplinary Collaboration), Etika dan Tanggung Jawab Sosial (Ethics and Social Responsibility), Literasi Teknologi dan Digital (Technology and Digital Literacy), serta Refleksi dan Adaptasi (Reflection and Adaptation). Setiap komponen dipetakan secara operasional pada seluruh jenjang pendidikan (PAUD hingga SMA/SMK) dan dikaitkan secara eksplisit dengan delapan Dimensi Profil Lulusan. Analisis komparatif dengan kerangka pendidikan di Amerika Serikat (NGSS) dan Eropa (phenomenon-based learning) menunjukkan bahwa pendekatan Indonesia memiliki posisi yang unik dalam mengintegrasikan kompetensi teknis dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis, praktis, dan kebijakan dalam pengembangan model pendidikan teknik berbasis nilai yang bertujuan menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab secara sosial, inovatif, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.