Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Allocation of Education Funds and Educational Inequality in the Least Developed, Frontier, and Outermost Regions of East Nusa Tenggara Joko Susanto; Adinda Bintang Khairunnisa; Mellyana Safitri
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 8, No. 2 (June 2026)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v8i2.1428

Abstract

This study aims to analyze the effect of education funding allocation on educational inequality, with poverty rates and gender gap as control variables, in the least developed, frontier, and outermost regions of East Nusa Tenggara during the 2018-2024 period. The research data are secondary, sourced from the Central Statistics Agency and the Regional Education Balance Sheet, and are in panel form. This study uses panel-data regression analysis with a fixed-effects approach and quantile regression. The results show that although the allocation of education funding reduces educational inequality, it has no effect on the moderate inequality group. Meanwhile, poverty rates have a positive effect on educational inequality in both moderate and extreme groups. The gender gap has no effect on educational inequality, but in the moderate education inequality group, it has a positive effect on educational inequality in the least developed, frontier, and outermost regions of East Nusa Tenggara.
Allocation of Education Funds and Educational Inequality in the Least Developed, Frontier, and Outermost Regions of East Nusa Tenggara Joko Susanto; Adinda Bintang Khairunnisa; Mellyana Safitri
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 8, No. 2 (June 2026)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v8i2.1428

Abstract

This study aims to analyze the effect of education funding allocation on educational inequality, with poverty rates and gender gap as control variables, in the least developed, frontier, and outermost regions of East Nusa Tenggara during the 2018-2024 period. The research data are secondary, sourced from the Central Statistics Agency and the Regional Education Balance Sheet, and are in panel form. This study uses panel-data regression analysis with a fixed-effects approach and quantile regression. The results show that although the allocation of education funding reduces educational inequality, it has no effect on the moderate inequality group. Meanwhile, poverty rates have a positive effect on educational inequality in both moderate and extreme groups. The gender gap has no effect on educational inequality, but in the moderate education inequality group, it has a positive effect on educational inequality in the least developed, frontier, and outermost regions of East Nusa Tenggara.
INTEGRASI SENI, EQ, DAN BAHASA INGGRIS MELALUI ABEL PADA ANAK USIA DINI Wynne Inayah Ekasari; Muamar Riza Pahlevi; Labib Fahmi; Fajar Sigit Kusumajaya; Faizal Yudhi Nugroho; Dita Retno Pamungkas; Bayu Arfi; Ilham Akbar Ashari; Mellyana Safitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59565

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengujicobakan pendekatan Art-Based Emotional Learning (ABEL) sebagai model pembelajaran integratif yang menyatukan pengembangan kecerdasan emosional (EQ), penguatan kosakata bahasa Inggris bertema emosi, dan ekspresi kreatif melalui seni visual pada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di Sanggar Lukis Wynne Art, Kota Tegal, melibatkan 15 anak usia TK hingga SD kelas 5. Metode yang digunakan mencakup Total Physical Response (TPR) untuk akuisisi kosakata, Emotion Color Wheel sebagai instrumen literasi emosional visual, serta Gallery Walk sebagai ruang ekspresi dan presentasi diri. Hasil evaluasi menunjukkan 87% peserta mampu menyebut minimal lima kosakata emosi dalam bahasa Inggris, 93% berhasil mengasosiasikan warna dengan emosi melalui Emotion Color Wheel, dan 80% mampu memproduksi kalimat sederhana dalam bahasa Inggris secara mandiri. Seluruh peserta (100%) berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan ABEL efektif menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak usia dini, dengan implikasi praktis bagi lembaga kursus seni non-formal dalam mengintegrasikan dimensi emosional dan linguistik ke dalam pembelajaran seni.
Edukasi Perlindungan Konsumen terhadap Jasa Travel Haji dan Umrah di Era Digital Dita Retno Pamungkas; Faizal Yudhi Nugroho; Muamar Riza Pahlevi; Labib Fahmi; Fajar Sigit Kusumajaya; Moh. Syamsul Haris; Mellyana Safitri
KADARKUM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Desember (On Progress)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ce864j07

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai perlindungan konsumen dalam penggunaan jasa travel haji dan umrah di era digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan hukum, diskusi interaktif, simulasi pemeriksaan legalitas travel, pencermatan informasi promosi digital, serta pendampingan sederhana dalam memahami perjanjian dan hak konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya memeriksa legalitas dan kredibilitas travel, memahami isi perjanjian, mencermati informasi dan promosi yang disampaikan melalui media digital, serta menyimpan bukti transaksi sebagai bagian dari upaya perlindungan hukum. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan apabila terjadi permasalahan dalam pelaksanaan layanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi hukum yang disampaikan secara sederhana dan berbasis kasus sehari-hari dapat membantu masyarakat menjadi konsumen yang lebih cermat dan mandiri. Ke depan, diperlukan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan komunitas masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha travel untuk memperkuat literasi hukum serta mendorong penyelenggaraan perjalanan haji dan umrah yang lebih transparan dan bertanggung jawab