Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengujicobakan pendekatan Art-Based Emotional Learning (ABEL) sebagai model pembelajaran integratif yang menyatukan pengembangan kecerdasan emosional (EQ), penguatan kosakata bahasa Inggris bertema emosi, dan ekspresi kreatif melalui seni visual pada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di Sanggar Lukis Wynne Art, Kota Tegal, melibatkan 15 anak usia TK hingga SD kelas 5. Metode yang digunakan mencakup Total Physical Response (TPR) untuk akuisisi kosakata, Emotion Color Wheel sebagai instrumen literasi emosional visual, serta Gallery Walk sebagai ruang ekspresi dan presentasi diri. Hasil evaluasi menunjukkan 87% peserta mampu menyebut minimal lima kosakata emosi dalam bahasa Inggris, 93% berhasil mengasosiasikan warna dengan emosi melalui Emotion Color Wheel, dan 80% mampu memproduksi kalimat sederhana dalam bahasa Inggris secara mandiri. Seluruh peserta (100%) berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan ABEL efektif menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak usia dini, dengan implikasi praktis bagi lembaga kursus seni non-formal dalam mengintegrasikan dimensi emosional dan linguistik ke dalam pembelajaran seni.
Copyrights © 2026