Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Keluarga terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelurahan Uma Sima Kecamatan Sumbawa Evi Gustia Kesuma; Yunita Yunita; Yunita Lestari
Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karya.v2i3.2013

Abstract

Adolescent reproductive health is a crucial aspect in creating a physically, mentally, and socially healthy generation. Adolescence is a critical phase in individual development marked by biological, psychological, and social changes, requiring special attention, particularly regarding understanding reproductive health. Unfortunately, many adolescents still have limited knowledge in this area, which can increase the risk of risky behavior, unwanted pregnancy, and sexually transmitted infections. In this context, families play a crucial role as the primary source of education, supervision, and emotional and moral support. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of adolescent reproductive health among families in Uma Sima Village, Sumbawa District. The methods used included interactive counseling, group discussions, and the distribution of educational media in the form of leaflets to families with adolescent children. The activity was conducted over two days and was attended by 30 families. To measure the effectiveness of the activity, pre- and post-tests were conducted to assess the increase in participants' knowledge before and after the activity. The results of the activity showed a significant increase in families' understanding of adolescent reproductive health issues. This was evident in the increase in the average post-test score compared to the pre-test. Furthermore, participants demonstrated high enthusiasm in participating in the activities, actively participating in discussions, and expressing their readiness to provide education to their children at home. In conclusion, this activity was effective in increasing family knowledge and demonstrating the importance of the family's role in preventing adolescent reproductive health issues. It is hoped that similar activities can be conducted on an ongoing basis to create a supportive, open, and communicative family environment that supports adolescent growth and development.
Pendampingan Pasangan Usia Subur dengan Masalah Infertilitas melalui Konseling Keperawatan Reproduksi di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas Evi Gustia Kesuma; Yunita Yunita; Fitri Setianingsih
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3092

Abstract

Infertilitas pada pasangan usia subur (PUS) masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, khususnya di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan pasangan usia subur dalam menghadapi masalah infertilitas melalui pendampingan berbasis konseling keperawatan reproduksi di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan reproduksi, konseling individual dan pasangan, diskusi interaktif, serta pendampingan berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah pasangan usia subur yang mengalami atau berisiko mengalami infertilitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep infertilitas, faktor penyebab, upaya pencegahan, serta pilihan penanganan yang tepat. Perubahan sikap dan perilaku pasangan menuju pola hidup sehat. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik dan dukungan emosional antar pasangan, meningkatnya keterbukaan dalam mengungkapkan masalah reproduksi, serta meningkatnya kesiapan psikologis pasangan dalam menjalani proses pemeriksaan dan terapi lanjutan. Pendampingan konseling keperawatan reproduksi juga membantu pasangan dalam mengelola stres dan kecemasan yang berkaitan dengan infertilitas. Kegiatan ini disimpulkan efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan reproduksi pasangan usia subur serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di masyarakat.
Hubungan Pola Tidur dan Screen Time dengan Risiko Prediabetes Remaja SMK Al-Ma’rif di Era Digital Yunita Yunita; Evi Gustia Kesuma
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1169

Abstract

Perubahan gaya hidup di era digital, khususnya meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dan gangguan pola tidur, berpotensi memengaruhi kesehatan metabolik remaja. Screen time yang tinggi dan pola tidur yang tidak optimal dapat mengganggu regulasi glukosa darah dan meningkatkan risiko prediabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola tidur dan screen time dengan risiko prediabetes pada remaja SMK Al-Ma’rif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola tidur dan screen time serta pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan risiko prediabetes (p-value <0,001; OR = 8,7) serta hubungan yang signifikan antara screen time dengan risiko prediabetes (p-value = 0,007; OR = 4,45). Remaja dengan pola tidur buruk dan screen time tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami prediabetes. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengendalian pola tidur dan pembatasan screen time sebagai upaya pencegahan prediabetes pada remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain seperti pola makan dan aktivitas fisik untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Analisis Faktor Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Gestasional Ibu Hamil Di Labuhan Sumbawa Evi Gustia Kesuma; Yunita; Rafiah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1171

Abstract

Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat berdampak buruk bagi ibu dan janin. Upaya pencegahan DMG sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan Diabetes Melitus Gestasional pada ibu hamil trimester II dan III di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 109 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan paritas, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan DMG. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang kurang (57,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,010), aktivitas fisik (p=0,001), dan IMT (p=0,003) dengan perilaku pencegahan DMG. Sedangkan paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan (p=0,245). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku pencegahan adalah pengetahuan (OR=6,1). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, aktivitas fisik, dan IMT terhadap perilaku pencegahan DMG, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan guna meningkatkan perilaku pencegahan pada ibu hamil.
Deteksi Dini Risiko Luka Kaki Diabetes Melalui Pemeriksaan Monofilament Test dan Ipswich Touch Test (IpTT) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit 1 Yunita; Evi Kesuma
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1868

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan kronik yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya luka kaki diabetik yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko amputasi. Upaya pencegahan melalui deteksi dini risiko luka kaki diabetik menjadi sangat penting, terutama di tingkat pelayanan kesehatan primer dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus melalui pemeriksaan sensitivitas kaki menggunakan Monofilament Test 10 g dan Ipswich Touch Test (IpTT). Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan fisik sensitivitas kaki, pengumpulan data karakteristik peserta, serta pemberian edukasi DM. Kegiatan diikuti oleh 32 peserta dengan rata-rata usia 58,59 tahun (SD ±10,41), mayoritas perempuan dan memiliki Riwayat DM selama 5-10 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 59,4% peserta mengalami penurunan atau kehilangan sensasi protektif kaki berdasarkan hasil Monofilament Test dan IpTT. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berisiko tinggi mengalami luka kaki diabetik akibat usia lanjut dan lamanya menderita diabetes, serta menegaskan bahwa pemeriksaan Monofilament Test dan Ipswich Touch Test efektif sebagai metode skrining sederhana untuk deteksi dini di Masyarakat.