Adelia Dian Giendra Wahyu Wardani
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Azizah Putri Arseti; Adelia Dian Giendra Wahyu Wardani; Novia Diah Ayu Perdana
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8660

Abstract

Keragaman kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa di sekolah dasar menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih responsif dibandingkan model pembelajaran seragam dan satu arah. Pembelajaran berdiferensiasi, sebagai salah satu pilar utama Kurikulum Merdeka, hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menempatkan kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar peserta didik sebagai dasar perancangan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum, menganalisis, dan menyintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu mengenai konsep, implementasi, tantangan, serta peluang dan solusi penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menelaah artikel jurnal ilmiah nasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2020–2025, bersumber dari basis data daring seperti Google Scholar dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diwujudkan melalui empat komponen utama, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar, yang secara konsisten terbukti meningkatkan keterlibatan, motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa di berbagai mata pelajaran, mulai dari IPA, IPAS, hingga PPKn. Namun demikian, implementasinya masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep diferensiasi, minimnya variasi media pembelajaran, kesulitan mengelola kelas heterogen, beban persiapan yang tinggi, serta terbatasnya sarana, prasarana, dan dukungan kebijakan. Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pelatihan dan pendampingan guru secara berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, penyediaan media yang lebih variatif, serta sinergi antara guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif yang bermanfaat bagi guru, kepala sekolah, dan peneliti dalam mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di jenjang sekolah dasar.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING, NILAI KARAKTER DAN PERAN GURU DALAM PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SDIT ALAM NURUL ISLAM YOGYAKARTA Hana Arikah; Sofi Dian Rachmawati; Khoirunnisa Khoirunnisa; Adelia Dian Giendra Wahyu Wardani; Inas Arifah Nurmala Sutanta; Ahimsa Putri Justitia; Noor Muktiningrum
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i2.7746

Abstract

Rendahnya standar karakter peserta didik di era digital menuntut adanya inovasi pembelajaran yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis implementasi model outdoor learning di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta; (2) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terbentuk melalui aktivitas tersebut; dan (3) mendeskripsikan peran guru dalam pengembangan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi metode serta sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran outdoor learning diimplementasikan melalui kegiatan berkebun, beternak, jelajah alam, dan outbound yang diintegrasikan dengan tujuan kurikulum. Aktivitas tersebut terbukti mampu menumbuhkan karakter tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, dan kepedulian lingkungan. Dalam proses ini, guru menjalankan peran strategis sebagai perancang kegiatan, fasilitator, motivator, sekaligus evaluator untuk memastikan nilai-nilai karakter terinternalisasi dengan baik pada diri siswa.