Novia Diah Ayu Perdana
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dasar Filosofis, Implementasi Program Pembelajaran, Keunggulan dan Tantangan Dari Sekolah Alam SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta dalam Menumbuhkan Karakter Siswa Septia Nur Etikasari; Azizah Putri Arseti; Maulina Dwi Yahya; Eka Mukti Rahayu; Fitria Kusuma Fadhilla; Ari Nur Fadillah; Riska Ardi Widyanti; Novia Diah Ayu Perdana; Taufik Muhtarom
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dasar filosofis keberadaan sekolah alam di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta; (2) implementasi program pembelajaran yang dijalankan oleh sekolah dalam rangka menumbuhkan karakter siswa; serta (3) keunggulan dan tantangan yang dihadapi sekolah dalam menjalankan model pembelajaran alam tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptiif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pihak sekolah dan dokumentasi program sekolah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara filosofis sekolah mengadopsi paradigma “khalifah fil ‘ard” yang mengintegrasikan nilai religius-Islam, kehidupan alam terbuka dan pendidikan karakter; program pembelajaran diarahkan melalui pembiasaan, kegiatan luar ruangan (outdoor learning), dan proyek bernuansa lingkungan serta kewirausahaan sehingga siswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik tetapi juga karakter: religius, tanggung jawab, kemandirian dan kepedulian lingkungan. Keunggulan sekolah terletak pada fasilitas alam terbuka, integrasi kurikulum islam terpadu dan sekolah alam, serta budaya sekolah yang mendukung karakter siswa. Tantangan dalam penumbuhan karakter siswa di SDIT Nurul Islam tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang berkembang di sekitar peserta didik.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Azizah Putri Arseti; Adelia Dian Giendra Wahyu Wardani; Novia Diah Ayu Perdana
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8660

Abstract

Keragaman kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa di sekolah dasar menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih responsif dibandingkan model pembelajaran seragam dan satu arah. Pembelajaran berdiferensiasi, sebagai salah satu pilar utama Kurikulum Merdeka, hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menempatkan kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar peserta didik sebagai dasar perancangan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum, menganalisis, dan menyintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu mengenai konsep, implementasi, tantangan, serta peluang dan solusi penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menelaah artikel jurnal ilmiah nasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2020–2025, bersumber dari basis data daring seperti Google Scholar dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diwujudkan melalui empat komponen utama, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar, yang secara konsisten terbukti meningkatkan keterlibatan, motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa di berbagai mata pelajaran, mulai dari IPA, IPAS, hingga PPKn. Namun demikian, implementasinya masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep diferensiasi, minimnya variasi media pembelajaran, kesulitan mengelola kelas heterogen, beban persiapan yang tinggi, serta terbatasnya sarana, prasarana, dan dukungan kebijakan. Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pelatihan dan pendampingan guru secara berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, penyediaan media yang lebih variatif, serta sinergi antara guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif yang bermanfaat bagi guru, kepala sekolah, dan peneliti dalam mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di jenjang sekolah dasar.