Triswanto Triswanto
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekplorasi Etnomatematika Di Makam Keramat Sadang Gabusan Blora Sebagai Sumber Belajar Materi Geometri Di Sekolah Dasar Triswanto Triswanto; Mu’jizatin Fadiana
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.7967

Abstract

Pendekatan etnomatematika menekankan keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal sebagai konteks pembelajaran yang bermakna. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada Situs Makam Keramat Sadang di Dusun Ngembag, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, yang secara fisik memiliki berbagai unsur bangunan tradisional dengan keteraturan bentuk. Situs ini memuat konsep geometri bangun datar seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium yang relevan untuk materi keliling dan luas bangun datar di Sekolah Dasar kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada Situs Makam Keramat Sadang di Dusun Ngembag, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar matematika di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi, wawancara, eksplorasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Makam Keramat Sadang mengandung berbagai konsep geometri, khususnya bangun datar seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium. Konsep-konsep tersebut kemudian dikontekstualisasikan ke dalam modul etnomatematika yang dapat membantu siswa memahami materi luas bangun datar secara konkret. Temuan ini menunjukkan bahwa etnomatematika berbasis situs budaya lokal berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual siswa, motivasi belajar, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.