Mu’jizatin Fadiana
Universitas PGRI Ronggolawe

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Murid dalam Memecahkan Masalah pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 3 Sekolah Dasar Marina Dwi Kristanti; Mu’jizatin Fadiana; Heny Sulistyaningrum
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11419

Abstract

Critical thinking skills are essential 21st-century skills that must be instilled starting from elementary education, particularly in Mathematics. This study aims to describe the level of critical thinking skills of third-grade students at UPT SD Negeri Dikir in the subject of time units and to identify the influencing factors. The research method used is descriptive qualitative. The subjects consisted of 24 third-grade students. Data were collected through observation, interviews, and problem-based essay tests, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive technique. The results showed that the students' overall critical thinking skills were in the very low category, representing 65% of the total population. Specifically, the indicators for basic clarification and analysis were in the moderate category, while the inference indicator (drawing conclusions) was in the low category. This low proficiency is influenced by external factors such as conventional teaching methods (lecturing), lack of variety in learning media, and insufficient stimulation from parents. Dominant internal factors include low learning motivation, poor reading interest, and limited understanding of the material. This study concludes that more interactive and contextual learning innovations are required to foster students' critical thinking skills from an early age.
Ekplorasi Etnomatematika Di Makam Keramat Sadang Gabusan Blora Sebagai Sumber Belajar Materi Geometri Di Sekolah Dasar Triswanto Triswanto; Mu’jizatin Fadiana
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.7967

Abstract

Pendekatan etnomatematika menekankan keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal sebagai konteks pembelajaran yang bermakna. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada Situs Makam Keramat Sadang di Dusun Ngembag, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, yang secara fisik memiliki berbagai unsur bangunan tradisional dengan keteraturan bentuk. Situs ini memuat konsep geometri bangun datar seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium yang relevan untuk materi keliling dan luas bangun datar di Sekolah Dasar kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada Situs Makam Keramat Sadang di Dusun Ngembag, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar matematika di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi, wawancara, eksplorasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Makam Keramat Sadang mengandung berbagai konsep geometri, khususnya bangun datar seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium. Konsep-konsep tersebut kemudian dikontekstualisasikan ke dalam modul etnomatematika yang dapat membantu siswa memahami materi luas bangun datar secara konkret. Temuan ini menunjukkan bahwa etnomatematika berbasis situs budaya lokal berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual siswa, motivasi belajar, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Etnomatematika dalam tradisi Dewi Sri: Kearifan lokal Masyarakat tani Desa Gesing Kartika Widya Putri; Mu’jizatin Fadiana
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i2.686

Abstract

Tradisi Dewi Sri adalah warisan budaya masyarakat agraris yang masih hidup dan dipraktikkan oleh petani di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Setiap kali panen padi selesai, para petani menggelar tradisi ini sebagai wujud syukur sekaligus ajang mempererat kebersamaan, dengan membawa tumpeng, ketupat, dan beras merah ke sawah untuk dibagikan bersama. Di balik kesederhanaan tradisi ini tersimpan banyak konsep matematika yang menarik untuk diungkap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam tradisi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 2 informan yang dipilih secara purposive (seorang tokoh adat/sesepuh dan seorang petani aktif). Dari proses analisis ditemukan tujuh unsur etnomatematika: geometri kerucut pada tumpeng, simetri dan tessellation pada ketupat, konsep pembagian dalam distribusi makanan, estimasi kuantitatif informal, simetri bilateral pada susunan sesaji, sistem waktu berbasis kongruensi modular, dan konsep fungsi periodik dalam siklus panen. Temuan ini mempertegas tesis D'Ambrosio  bahwa matematika hidup dan berkembang dalam konteks budaya, sekaligus menegaskan potensi tradisi ini sebagai sumber belajar etnomatematika yang bermakna.