Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ADAPTASI MASYARAKAT PALEMBANG DALAM BAHASA KOMERING DI DESA KERTANEGARA KECAMATAN MADANG SUKU II KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR (STUDI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA) Agus Sucipto; Henny Yusalia; Badarudin Azarkasyi
Journal Of Social And Political Science Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v3i1.403

Abstract

 This research is based on the fact that Kerta Negara Village, Madang Suku II District, Ogan Komering Ulu Timur Regency has a population of 43% immigrants from Palembang, and there are obstacles felt by immigrants such as difficulty in using the Komering language, so that most of the immigrants do not understand what is being talked about by the native community in the Komering area and need adaptation. This study aims to determine the language adaptation of the Palembang community in using the Komering language and to determine the obstacles that the Palembang community experiences during the adaptation of the Komering language in Kerta Negara Village, Madang Suku II District, Ogan Komering Ulu Timur Regency. The research is included in the type of research with a qualitative research method. The main data of the study were obtained directly from the Kertanegara Village community, then the data were analyzed using the theory of cultural adaptation. The results of the study indicate that adaptation through social activities of mutual cooperation in various activities and holding regular social gatherings. Second, through traditional performances such as poetry reading which is still preserved by the Komering community. Third, establishing communication by involving buying and selling, buying and selling activities carried out by the people of Palembang City. Fourth, the involvement of immigrant communities in the village government system will increasingly provide opportunities to be able to adapt, because it will deal with the welfare of the local community. The obstacles experienced by the Palembang community in adapting the language are the different language structures and vocabulary between the Komering language and the Palembang language. Then, limited access to Komering language teaching materials makes immigrant communities have to rely on their ability to listen and imitate in the learning process, and the low number of Komering language users by immigrant communities.  Keywords: Language Adaptation, Komering, Palembang   ABSTRAK    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan Desa Kerta Negara Kecamatan Madang Suku ll Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur memiliki jumlah masyarakat pendatang sebanyak 43% yang berasal dari Palembang, dan terjadi kendala yang dirasakan oleh masyarakat pendatang seperti kesusahan dalam menggunakan bahasa Komering, sehingga kebanyakan dari warga yang pendatang banyak yang kurang memahami apa yang dibicarakan oleh masyarakat asli yang ada di daerah Komering dan membutuhkan adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi bahasa masyarakat Palembang dalam penggunaan bahasa Komering dan mengetahui hambatan yang masyarakat Palembang alami selama melakukan adaptasi bahasa komering di Desa Kerta Negara Kec. Madang Suku ll Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian termasuk kedalam jenis penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Data utama penelitian diperoleh langsung dari masyarakat Desa Kerta Negara, kemudian data dianalisis dengan teori adaptasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi melalui kegiatan sosial gotong royong dalam berbagai kegiatan dan mengadakan arisan rutin. Kedua, dengan melalui pertunjukan adat seperti tutur syair yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Komering. Ketiga, menjalin komunikasi dengan melibatkan jual beli, kegiatan jual beli yang dilakukan oleh masyarakat Kota Palembang. Keempat, keterlibatan masyarakat pendatang pada sistem pemerintahan desa akan semakin memberikan peluang untuk dapat melakukan adaptasi, karena akan berurusan dengan kesejahteraan masyarakat setempat. Hambatan yang dialami oleh masyarakat Palembang dalam melakukan adaptasi bahasa adalah struktur bahasa dan kosakata yang berbeda antara bahasa Komering dan bahasa Palembang. Kemudian, keterbatasan akses terhadap bahan ajar bahasa Komering membuat masyarakat pendatang harus mengandalkan kemampuan mendengar dan meniru dalam proses belajar, dan rendahnya jumlah penggunaan bahasa Komering oleh masyarakat pendatang.    Kata Kunci: Adaptasi Bahasa, Komering, Palembang