Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Komunikasi Humas Dalam Pelayanan Prima Pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin Wulandari; Henny Yusalia; M. Mifta Farid
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 1 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jmc.v1i3.222

Abstract

In this increasingly advanced digital era, library public relations requires a communication strategy in providing excellent service to attract visitors, because nowadays they are more interested in finding information on the internet than reading books. Therefore, an effective communication strategy is needed from the Musi Banyuasin Regency Library and Archives Office to introduce its services and collections to the public. This research aims to find out the communication strategy of public relations in improving excellent service to library visitors and to find out the public response to the excellent service provided by the Library and Archives Office of Musi Banyuasin Regency. This research uses a qualitative approach, where the data is obtained through observation, interview and documentation methods. The results showed that the Office of Libraries and Archives of Musi Banyuasin Regency has provided excellent service to visitors by applying the five dimensions of excellent service namely reliability, responsiveness, assurance, empathy and providing various facilities that make visitors feel comfortable. In addition, the Musi Banyuasin Regency Library and Archives Office has received positive and constructive feedback on the excellent service they have provided. So that the response from the public makes the library want to always provide the best services and collections for the public.
MEMBANGUN GENERASI MELEK POLITIK DAN LITERASI MELALUI KKN REKOGNISI DI PANTI ASUHAN AL FATIH PALEMBANG Shasy Aura Shavadilla; Siti Rica Purwasih; Henny Yusalia; Kun Budianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.12840

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menekankan pada penerapan ilmu dalam konteks nyata. Artikel ini membahas pelaksanaan KKN Rekognisi yang dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Fatih Palembang, dengan fokus pada upaya membangun literasi membaca dan kesadaran politik sejak usia dini. Melalui pendekatan edukatif yang adaptif dan komunikatif, mahasiswa mengadakan kegiatan literasi dan pengenalan nilai-nilai dasar politik seperti keadilan, tanggung jawab, serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. Kegiatan ini dirancang agar sesuai dengan karakteristik psikologis dan sosial anak-anak panti. Hasil dari observasi dan evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme terhadap kegiatan membaca serta munculnya pemahaman awal mengenai partisipasi sosial dan politik. Temuan ini menunjukkan bahwa KKN Rekognisi dapat menjadi wahana efektif dalam menumbuhkan generasi muda yang literat dan sadar akan peran sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
MEMBANGUN KESADARAN POLITIK DI KALANGAN REMAJA: STUDI KASUS EDUKASI POLITIK BAGI SISWA SMP Fathimah Syirin; Riffa Rudianti; Henny Yusalia; Kun Budianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.12841

Abstract

Kesadaran politik sejak usia dini merupakan fondasi bagi terbentuknya partisipasi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab dalam sistem demokrasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi politik bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam meningkatkan literasi politik dan kesadaran kewarganegaraan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengombinasikan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan siswa, serta analisis kurikulum pendidikan kewarganegaraan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa literasi politik siswa SMP masih terbatas, terutama dalam memahami struktur pemerintahan, mekanisme demokrasi, serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. Namun, implementasi metode pembelajaran berbasis interaksi meliputi diskusi kritis,menunjukkan peningkatan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap isu-isu politik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif dalam edukasi politik di tingkat SMP dapat berkontribusi secara signifikan dalam membangun kesadaran politik yang lebih matang di kalangan remaja, sehingga mendukung terbentuknya generasi muda yang lebih reflektif dan partisipatif dalam kehidupan demokratis.
Dinamika Komunikasi Dalam Circle Pertemanan Di Kalangan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Sumartina, Azizah Ar Rokia; Henny Yusalia; M. Mifta Farid
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i1.11500

Abstract

This study aims to identify and describe the dynamics of communication in the friendship circle of UIN Raden Fatah Palembang students. In this study, the author uses a qualitative approach method with observation techniques and in-depth interviews with students from several faculties and documentation. The theory used in this study is the communication network theory from Everet M. Rogers to analyze the role of social structure in student friendship circles. The results of the study show that friendship circles are formed due to similarities in activities, interests, and backgrounds. Communication in the circle is dominated by direct and digital communication, with various central roles such as opinion leaders and connectors. Factors such as social hierarchy, digital media, and communication misunderstandings are the main challenges in interactions betweenstudents.
ADAPTASI MASYARAKAT PALEMBANG DALAM BAHASA KOMERING DI DESA KERTANEGARA KECAMATAN MADANG SUKU II KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR (STUDI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA) Agus Sucipto; Henny Yusalia; Badarudin Azarkasyi
Journal Of Social And Political Science Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v3i1.403

Abstract

 This research is based on the fact that Kerta Negara Village, Madang Suku II District, Ogan Komering Ulu Timur Regency has a population of 43% immigrants from Palembang, and there are obstacles felt by immigrants such as difficulty in using the Komering language, so that most of the immigrants do not understand what is being talked about by the native community in the Komering area and need adaptation. This study aims to determine the language adaptation of the Palembang community in using the Komering language and to determine the obstacles that the Palembang community experiences during the adaptation of the Komering language in Kerta Negara Village, Madang Suku II District, Ogan Komering Ulu Timur Regency. The research is included in the type of research with a qualitative research method. The main data of the study were obtained directly from the Kertanegara Village community, then the data were analyzed using the theory of cultural adaptation. The results of the study indicate that adaptation through social activities of mutual cooperation in various activities and holding regular social gatherings. Second, through traditional performances such as poetry reading which is still preserved by the Komering community. Third, establishing communication by involving buying and selling, buying and selling activities carried out by the people of Palembang City. Fourth, the involvement of immigrant communities in the village government system will increasingly provide opportunities to be able to adapt, because it will deal with the welfare of the local community. The obstacles experienced by the Palembang community in adapting the language are the different language structures and vocabulary between the Komering language and the Palembang language. Then, limited access to Komering language teaching materials makes immigrant communities have to rely on their ability to listen and imitate in the learning process, and the low number of Komering language users by immigrant communities.  Keywords: Language Adaptation, Komering, Palembang   ABSTRAK    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan Desa Kerta Negara Kecamatan Madang Suku ll Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur memiliki jumlah masyarakat pendatang sebanyak 43% yang berasal dari Palembang, dan terjadi kendala yang dirasakan oleh masyarakat pendatang seperti kesusahan dalam menggunakan bahasa Komering, sehingga kebanyakan dari warga yang pendatang banyak yang kurang memahami apa yang dibicarakan oleh masyarakat asli yang ada di daerah Komering dan membutuhkan adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi bahasa masyarakat Palembang dalam penggunaan bahasa Komering dan mengetahui hambatan yang masyarakat Palembang alami selama melakukan adaptasi bahasa komering di Desa Kerta Negara Kec. Madang Suku ll Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian termasuk kedalam jenis penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Data utama penelitian diperoleh langsung dari masyarakat Desa Kerta Negara, kemudian data dianalisis dengan teori adaptasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi melalui kegiatan sosial gotong royong dalam berbagai kegiatan dan mengadakan arisan rutin. Kedua, dengan melalui pertunjukan adat seperti tutur syair yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Komering. Ketiga, menjalin komunikasi dengan melibatkan jual beli, kegiatan jual beli yang dilakukan oleh masyarakat Kota Palembang. Keempat, keterlibatan masyarakat pendatang pada sistem pemerintahan desa akan semakin memberikan peluang untuk dapat melakukan adaptasi, karena akan berurusan dengan kesejahteraan masyarakat setempat. Hambatan yang dialami oleh masyarakat Palembang dalam melakukan adaptasi bahasa adalah struktur bahasa dan kosakata yang berbeda antara bahasa Komering dan bahasa Palembang. Kemudian, keterbatasan akses terhadap bahan ajar bahasa Komering membuat masyarakat pendatang harus mengandalkan kemampuan mendengar dan meniru dalam proses belajar, dan rendahnya jumlah penggunaan bahasa Komering oleh masyarakat pendatang.    Kata Kunci: Adaptasi Bahasa, Komering, Palembang
INTERNAL RELATION ANTAR MAHASISWA DALAM MENGATASI BURNOUT PADA TINGKAT AKHIR DI ILMU KOMUNIKASI UIN RADEN FATAH PALEMBANG Clarissa Dwi Anggraini; Henny Yusalia; Sonia Nurprameswari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.647

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami burnout akibat tekanan akademik yang terus-menerus, tuntutan penyelesaian tugas akhir, serta kecemasan terhadap masa depan setelah lulus. Burnout dapat berdampak pada kesehatan mental, motivasi belajar, dan proses akademik secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme dukungan yang hadir dari lingkungan terdekat mahasiswa, salah satunya melalui hubungan internal antar sesama mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana internal relations antar mahasiswa tingkat akhir di Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang berperan dalam mengatasi burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teori yang digunakan adalah teori co-orientation dari Newcomb, yang menjelaskan pentingnya keselarasan persepsi, akurasi pandangan, dan kesepahaman terhadap objek komunikasi dalam membangun relasi interpersonal yang efektif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa tingkat akhir, dosen, dan psikolog.Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal relations berkontribusi penting dalam membantu mahasiswa menghadapi burnout. Bentuk hubungan yang muncul antara lain: kepercayaan, komunikasi interpersonal, dukungan sosial, kolaborasi, serta kesamaan nilai dan tujuan. Kepercayaan memungkinkan mahasiswa saling terbuka; komunikasi interpersonal memberi ruang pelepasan emosi; dukungan sosial menguatkan mental; kolaborasi mempermudah penyelesaian tugas; dan kesamaan tujuan mempererat solidaritas.