Gustiana Gustiana
Universitas Patria Artha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dengan Menggunakan Metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Gustiana Gustiana; Hadzmawaty Hamzah; Setiawan Kasim; Liliskarlina Liliskarlina
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga menjadi isu penting dalam kesehatan lingkungan karena berhubungan langsung dengan timbulan limbah domestik, pola pengelolaan masyarakat, serta risiko kesehatan yang ditimbulkan. Kelurahan Tombolo sebagai wilayah perkotaan padat di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mengalami peningkatan produksi sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah rumah tangga dan menilai potensi risiko kesehatan masyarakat dengan menggunakan metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 369 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHRA yang mencakup variabel jenis dan volume sampah, pola pengelolaan (pemilahan, pembuangan, pengangkutan), serta indikator risiko kesehatan masyarakat (kejadian penyakit, keberadaan TPS, dan paparan bau). Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan menggunakan indeks risiko EHRA untuk menentukan kategori risiko kesehatan (rendah, sedang, tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sampah rumah tangga berupa sampah organik (72,5%), sedangkan sampah anorganik sebesar 23,4% dan B3 tidak ditemukan. Volume sampah paling banyak berada pada kategori 1–2 kg per hari (41,3%). Dalam pola pengelolaan, hanya 54,8% responden yang melakukan pemilahan, 68,3% menyerahkan sampah ke petugas, sedangkan 27,5% masih membakar sampah. Frekuensi pengangkutan terbanyak adalah 2–3 kali per minggu (54,8%), namun 27,5% rumah tangga tidak mendapat layanan pengangkutan. Dari sisi risiko kesehatan, tercatat kasus diare (28,5%), demam berdarah (14,1%), dan infeksi kulit (14,4%), serta 42,5% rumah tangga tinggal <50 m dari TPS. Analisis indeks risiko EHRA menunjukkan bahwa 47,4% responden berada pada kategori sedang, 32,0% kategori tinggi, dan hanya 21,1% kategori rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Tombolo belum sesuai prinsip 3R dan sanitasi lingkungan, dengan mayoritas masyarakat berada pada risiko kesehatan sedang hingga tinggi. Diperlukan intervensi pemerintah daerah dalam bentuk peningkatan layanan pengangkutan sampah, edukasi pemilahan dan pengolahan, pengendalian praktik pembakaran sampah, serta penataan TPS agar lebih ramah lingkungan.