Muhammad Habby bullah
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA EDUKASI PAI: INOVASI PEMBELAJARAN DI TENGAH BUDAYA DIGITAL SISWA: Peran Media Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Media Sosial sebagai Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital , Tantangan dan Peluang Pemanfaatan Media Sosial dalam Edukasi PAI Andhika Geovanie Putra; Muhammad Habby bullah; Muhammad Chatibul Umam; Herlini Puspika Sari
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 6 No 1 (2026): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v6i1.1147

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kehadiran media sosial yang semakin masif di kalangan siswa menjadikan platform digital sebagai bagian dari budaya belajar generasi saat ini. Namun, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi masih belum dimaksimalkan dalam pembelajaran PAI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai sarana edukasi PAI serta mengkaji inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan di tengah budaya digital siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui kajian berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal ilmiah, serta publikasi akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menelaah, menginterpretasikan, dan mensintesis berbagai temuan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang inovatif dalam pendidikan agama Islam. Melalui pemanfaatan berbagai platform media sosial, guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara lebih interaktif, kreatif, dan mudah diakses oleh siswa. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran PAI yang relevan dengan perkembangan budaya digital siswa.
Evaluasi Implementasi Program Membina Generasi Salat (MGS) dalam Membentuk Kebiasaan Salat Anak di Kampung Gong Kemuning, Pasir Puteh, Kelantan, Malaysia Muhammad Rizki Zamzami; Khalilullah Khalilullah; Muhammad Habby Bullah; Darren Nirhayes; Sofia Hani
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i4.2563

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Membina Generasi Solat (MGS) Program in developing children’s prayer habits in Kampung Gong Kemuning, Pasir Puteh, Kelantan, Malaysia. This study employed a descriptive qualitative approach using field research. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed descriptively using source and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of the MGS Program at Masjid Mukim Gong Kemuning is not limited to memorizing prayer recitations and movements but also focuses on habituation through practice, talqin, role modeling, repetition, and educational rewards and corrective feedback. The program contributes to children’s development in three domains: cognitive development through improved memorization and understanding of prayer procedures; affective development through increased enthusiasm and attachment to the mosque; and psychomotor development through the ability to perform prayer correctly. However, a gap remains between participants’ abilities during MGS sessions and their consistency in performing prayers independently outside the program. The implementation of the program is supported by policies and funding from JAHEAIK, parental involvement, and standardized learning modules, while the limited frequency of meetings remains one of the obstacles to developing consistent prayer habits. Therefore, the success of the MGS Program requires synergy among mudarris, the mosque, family, and community so that prayer instruction can develop into sustained awareness and habitual religious practice.