Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Literacy and Self-Directed English Learning Behaviors among Generation Z Students in Vocational Animal Health Gadis Kartika Pratiwi; Esra Rombeallo; Rahayu Asmadini Rosa; Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha
Jurnal Internasional Bisnis, Humaniora, Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 8 No 1 (2026): International Journal of Business, Humanities, Education and Social Sciences
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijbhes.v8i1.676

Abstract

The rapid integration of digital technology in education makes it essential to examine how digital literacy influences students’ learning behaviors, particularly among Generation Z who are often assumed to be inherently digitally competent. However, previous studies tend to emphasize technical skills and access, while overlooking how these competencies translate into autonomous learning practices. This study addresses this gap by investigating the relationship between digital literacy and self-directed English learning among first-year students of the Animal Health Study Program in a vocational higher education context. Using a descriptive quantitative design, data were collected through a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics to identify patterns across digital skills, exposure, and learning behaviors. The analysis involved categorizing responses into key dimensions and interpreting trends to answer the research questions. The findings reveal a discrepancy between high digital exposure and low engagement in autonomous English learning, highlighting that digital familiarity does not necessarily foster independent learning. This study contributes by emphasizing the need to integrate critical digital literacy and learner autonomy in instructional design. Future research is recommended to employ inferential analysis and mixed methods to further explore this relationship and to develop more effective pedagogical strategies.
Kualitas Fisik dan Palatabilitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Penambahan Lactobacillus plantarum dan Asam formiat Saprilian Stya Hapsari; Esra Rombeallo; Yustus Serani No Mbeong; Rahayu Asmadini Rosa; Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3991

Abstract

Silase merupakan salah satu solusi strategis untuk menjamin kontinuitas ketersediaan hijauan berkualitas bagi ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh inokulasi Lactobacillus plantarum dan penambahan asam formiat 55%, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap kualitas fisik organoleptik, penyusutan bobot, dan palatabilitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: NN (kontrol negatif), NF (asam formiat 55%), NP (L. plantarum), dan PF (kombinasi L. plantarum + asam formiat 55%). Kualitas fisik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, sedangkan palatabilitas dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna, aroma, tekstur, keberadaan jamur, dan penyusutan bobot silase. Namun, perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi segar (g/ekor/hari) dan konsumsi bahan kering (g/kg BB). Perlakuan NF menghasilkan konsumsi segar dan bahan kering tertinggi (391,00 g/ekor/hari dan 98,96 g/kg BB), berbeda nyata dengan kontrol (NN). Disimpulkan bahwa penambahan asam formiat 55% paling efektif meningkatkan palatabilitas silase rumput gajah (pennisetum purpureum).