Dina Novita
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Dalam Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Big Data Pada Era Society 5.0: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Sistem Informasi Madrasah Dina Novita; Serli Meilinda; Fatika Madinatun Nisa; Noval Pabriyansa Winata; Wulan v
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11864

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 mendorong lembaga pendidikan Islam untuk melakukan transformasi manajemen melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Sistem Informasi Madrasah guna meningkatkan efektivitas tata kelola dan kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, peluang, dan tantangan pemanfaatan AI, Big Data, dan Sistem Informasi Madrasah dalam mendukung transformasi digital manajemen pendidikan Islam pada era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen kebijakan, dan berbagai publikasi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, pengelolaan administrasi, dan analisis kebutuhan peserta didik, sedangkan Big Data mendukung penyediaan informasi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data. Selain itu, Sistem Informasi Madrasah mampu mengintegrasikan pengelolaan data akademik dan administrasi sehingga meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta kualitas layanan pendidikan. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, akses teknologi, dan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi digital, pengembangan infrastruktur, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar integrasi AI, Big Data, dan Sistem Informasi Madrasah dapat mengoptimalkan transformasi digital dan meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam pada era Society 5.0.
Proses Pembentukan Kebijakan Pendidikan: Analisis Deskriptif Tahapan Dan Dinamika Politik Sherly Nur Hidayah; Angga Denuyasa; Dina Novita; Abdul Kodir; Afriantoni Afriantoni
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1266

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan kebijakan pendidikan dengan menitikberatkan pada tahapan kebijakan serta dinamika politik yang mempengaruhinya. Kebijakan pendidikan merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan sumber daya manusia, sehingga proses pembentukannya perlu dikaji secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pembentukan kebijakan pendidikan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu identifikasi masalah, perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi, dan evaluasi. Setiap tahapan tersebut memiliki karakteristik tersendiri serta melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang berbeda. Dalam praktiknya, proses ini tidak selalu berjalan secara linear, melainkan sering kali dipengaruhi oleh dinamika politik yang kompleks. Dinamika politik memiliki pengaruh signifikan dalam setiap tahapan kebijakan, terutama dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan. Kepentingan aktor, distribusi kekuasaan, serta proses negosiasi menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan. Kebijakan pendidikan tidak sepenuhnya bersifat netral, melainkan merupakan hasil kompromi dari berbagai kepentingan yang saling berinteraksi. Selain itu, tekanan dari kelompok kepentingan serta kondisi sosial-ekonomi juga turut mempengaruhi substansi kebijakan yang dihasilkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan dapat mengurangi efektivitas kebijakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan kebijakan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang dihasilkan diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.