Living hadis merupakan salah satu paradigma dalam studi hadis kontemporer yang berfokus pada manifestasi hadis dalam kehidupan sosial masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis landasan epistemologis serta kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian living hadis. Penelitian dilakukan melalui metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang membahas konsep, perkembangan, dan pendekatan living hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi living hadis didasarkan pada pemahaman bahwa hadis tidak hanya berfungsi sebagai teks keagamaan yang bersifat normatif, tetapi juga hadir dalam bentuk praktik, tradisi, dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penelitian living hadis tidak hanya menyoroti aspek tekstual hadis, melainkan juga proses penerimaan, pemaknaan, dan pengamalannya oleh masyarakat. Dalam penerapannya, kajian living hadis memanfaatkan berbagai pendekatan ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi, dan fenomenologi, guna memahami interaksi antara teks hadis dan realitas sosial. Kerangka teoritis living hadis menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai hadis melalui berbagai bentuk resepsi dan praktik sosial. Dengan demikian, living hadis memberikan kontribusi penting dalam memperluas perspektif studi hadis, terutama dalam memahami dinamika hubungan antara teks keagamaan dan kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan.