Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filsafat ilmu dalam tradisi keagamaan masyarakat Muslim melalui perspektif Living Al-Qur‟an. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa Al-Qur‟an tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci yang dibaca dan dipahami secara tekstual, tetapi juga hidup dalam berbagai praktik sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Muslim. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang menganalisis berbagai literatur terkait filsafat ilmu, tradisi keagamaan Islam, dan konsep Living Al-Qur‟an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu dalam tradisi keagamaan masyarakat Muslim dibangun atas integrasi antara wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Nilai-nilai Al-Qur‟an menjadi landasan epistemologis yang membentuk cara pandang masyarakat dalam memahami realitas, memperoleh pengetahuan, serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi keagamaan seperti pengajian, pembacaan Al-Qur‟an, peringatan hari besar Islam, dan praktik sosial-keagamaan lainnya mencerminkan proses internalisasi nilai-nilai Al-Qur‟an yang berlangsung secara dinamis. Dengan demikian, perspektif Living Al-Qur‟an memperlihatkan bahwa pengetahuan dalam masyarakat Muslim tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sosial yang membentuk identitas, budaya, dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Copyrights © 2026