Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal dan pengalaman petani terhadap produksi lada di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti. Siti Kirana Tajwi; La Sumange; Syamsinar Syamsinar
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi lada di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Faktor-faktor yang diteliti meliputi luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal, dan pengalaman petani. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 512 petani lada, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 50 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait dan literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal, dan pengalaman petani berpengaruh signifikan terhadap produksi lada dengan nilai F hitung sebesar 1076,394 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,992 menunjukkan bahwa 99,2% variasi produksi lada dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen dalam model, sedangkan sisanya sebesar 0,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi lada dengan nilai signifikansi 0,000. Sementara itu, tenaga kerja, penggunaan pupuk, modal, dan pengalaman petani tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi lada karena masing-masing memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, luas lahan merupakan faktor yang paling menentukan dalam peningkatan produksi lada di Desa Bantilang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan usahatani lada yang lebih produktif.