Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Perbedaan Gaya Komunikasi Antar budaya di Lingkungan Kampus Nurjannah Nurjannah; Putri Balqis; Siti Munawarah; Ageng Yosicha Andini; Rizqa Hafizha; Imam Abdillah Lukman
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12228

Abstract

Perbedaan gaya komunikasi antarbudaya merupakan fenomena yang umum terjadi di lingkungan kampus yang memiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Keberagaman tersebut menciptakan berbagai bentuk interaksi yang dapat memengaruhi cara mahasiswa berkomunikasi dan membangun hubungan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama, yaitu: (1) bagaimana persepsi mahasiswa terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus, dan (2) bagaimana pengaruh perbedaan gaya komunikasi antarbudaya terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya serta menganalisis pengaruhnya terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman dan pandangan mahasiswa mengenai komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang beragam terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya. Sebagian mahasiswa memandang perbedaan tersebut sebagai tantangan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan toleransi, dan mengembangkan keterampilan komunikasi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi antarbudaya berpengaruh terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa. Perbedaan dalam penggunaan bahasa, cara menyampaikan pendapat, ekspresi nonverbal, serta nilai-nilai budaya dapat memengaruhi efektivitas komunikasi dan pembentukan hubungan sosial. Namun, melalui kemampuan adaptasi, keterbukaan terhadap keberagaman, dan pengalaman interaksi yang berkelanjutan, mahasiswa mampu membangun komunikasi yang efektif dan hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan pemahaman komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus guna mendukung terciptanya interaksi sosial yang positif, inklusif, dan saling menghargai di tengah keberagaman budaya.
Explorasi Karakteristik Kepribadian Plegmatis Pada Mahasiswa dalam Kehidupan Akademik Ageng Yosicha Andini; Sri Nurhayati Selian
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i2.82

Abstract

Kepribadian merupakan salah satu aspek fundamental dalam diri individu yang berperan penting dalam membentuk pola pikir, sikap, serta perilaku seseorang dalam berbagai situasi, termasuk dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kepribadian plegmatis pada mahasiswa dalam kehidupan pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif eksploratif. Tiga responden penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang memiliki kecenderungan kepribadian plegmatis, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kepribadian plegmatis memiliki karakteristik utama berupa sikap tenang, stabil secara emosional, sabar, serta cenderung menghindari konflik. Dalam konteks akademik, mereka menunjukkan pola belajar yang stabil namun cenderung pasif dalam partisipasi kelas dan kurang memiliki inisiatif dalam mengeksplorasi materi pembelajaran. Meskipun demikian, mereka memiliki kemampuan adaptasi sosial yang baik dan mampu menjaga hubungan interpersonal yang harmonis di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, kepribadian plegmatis berperan penting dalam membentuk perilaku mahasiswa dalam kehidupan pendidikan, baik sebagai faktor pendukung maupun penghambat, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa sesuai dengan karakteristik kepribadiannya