Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profiling Metabolit Senyawa Volatil Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Asal Soppeng Sulawesi Selatan: Metabolite Profiling of Volatile Compounds in Cocoa Beans (Theobroma cacao L.) from Soppeng South Sulawesi Dian Magfirah Hala; Abdul Mutalib; Susi Indriani; Andi Ayu Nurnawati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/17h1pr05

Abstract

Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu sentra produksi kakao di Indonesia. Akan tetapi, informasi mengenai kandungan volatil biji kakao asal Soppeng saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pendekatan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mendata profil metabolit senyawa volatil dari biji kakao fermentasi asal Soppeng dan mengungkap potensi keunggulan biji kakao tersebut. Penelitian ini menggunakan biji kakao terfermentasi asal Soppeng yang kemudian dipanggang dan dihaluskan hingga homogen. Biji yang telah dihaluskan kemudian dimaserasi menggunakan n-heksana, lalu dimurnikan filtratnya menggunakan metode destilasi dan senyawa n-pentana sebagai larutan penangkap senyawa volatil hasil destilasi. Filtrat kemudian dianalisis menggunakan GC-MS dan diidentifikasi senyawanya menggunakan data library dari NIST dan Wiley 9. Kromatogram GC-MS yang diperoleh menunjukkan munculnya 100 puncak metabolit yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok senyawa kimia utama, yaitu n-alkana, alkylpyrazine, lactone/ester, derivat lipid, fenolik, purin, asam amino, dan senyawa artifact/kontaminan yang tidak berasal dari sampel. Terdeteksinya senyawa pyrazine dan lacton serta senyawa derivat lipid pada biji kakao mengindikasikan adanya asosiasi dengan aroma yang unik, yaitu nutty, fruity, dan creamy dengan sedikit rasa seperti kelapa. Berdasarkan hasil penelitian ini, biji kakao asal Soppeng berpotensi menghasilkan profil aroma yang khas sehingga dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas biji kakao asal Soppeng dari tipe bulk menjadi tipe fine flavor cocoa (FFC). Soppeng Regency, South Sulawesi, is recognized as one of the major cocoa-producing regions in Indonesia. However, information regarding the volatile compound composition of cocoa beans originating from this region remains limited. Therefore, this study aimed to characterize the volatile metabolite profile of fermented cocoa beans from Soppeng using Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS) and to explore their potential flavor characteristics. Fermented cocoa beans obtained from Soppeng were roasted and ground into a homogeneous powder. The powdered samples were subsequently macerated with n-hexane, and the resulting extract was purified through distillation using n-pentane as a trapping solvent for volatile compounds. The distillate was then analyzed using GC–MS, and compound identification was performed by comparison with the NIST and Wiley 9 mass spectral libraries. The GC–MS chromatogram revealed the presence of 100 metabolite peaks, which were classified into six major chemical groups, including n-alkanes, alkylpyrazines, lactones/esters, lipid derivatives, phenolic compounds, purines, amino acids, and artifact or contaminant compounds not originating from the cocoa bean samples. The detection of alkylpyrazines, lactones, and lipid-derived compounds suggests their potential association with desirable flavor attributes, including nutty, fruity, and creamy notes, and a hint of coconut-like flavor. These findings indicate that cocoa beans from Soppeng possess the potential to develop a distinctive and complex aroma profile. This study provides a preliminary characterization of the volatile metabolite composition of fermented cocoa beans from Soppeng and highlights their potential as a source of desirable flavor attributes. The findings may serve as a scientific basis for future quality improvement and value-added development strategies aimed at upgrading Soppeng cocoa from conventional bulk cocoa to fine flavor cocoa (FFC).
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI PUPUK ORGANIK BOKASHI DI DUSUN KATOANG, DESA BONTOMATINGGI, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS Dian Magfirah Hala; Andi Besse Poleuleng; St. Chadijah; Kafrawi
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.486

Abstract

The potential for corn and rice production in Katoang hamlet, Bonto Matinggi Village, Tompobulu District, Maros Regency is significant. It can reach more than 40 and 70 tons/year, respectively. This considerable production potential will produce by-products like straw, leaves, stems, and corn cobs. These by-products are usually not utilized properly due to a lack of education among the public regarding agricultural waste. Using agricultural waste in Bokashi organic fertilizer is one effort to overcome this problem. This activity aims to educate the public and increase people's skills in utilizing agricultural waste in an environmentally sound manner by utilizing the help of microorganisms. The method used is counseling and training in making Bokashi organic fertilizer from agricultural waste. Community service using agricultural waste in Bokashi Organic Fertilizer has gone well and smoothly. After participating in outreach activities, the community was able to make Bokashi organic fertilizer and could apply Bokashi organic fertilizer to plants. This activity makes the participants more enthusiastic and motivated to manage their agricultural waste. Keywords: Bokashi, Agricultural Waste, Organic Fertilizer Abstrak  Potensi produksi jagung dan padi di Dusun Katoang, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros cukup besar, yaitu masing-masing dapat mencapai lebih dari 40 dan 70 ton/tahun. Potensi produksi yang besar tersebut akan menghasilkan sampingan berupa jerami, daun, batang dan tongkol jagung. Hasil sampingan ini biasanya tidak termanfaatkan dengan baik karena kurangnya edukasi pada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah hasil pertanian. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik Bokashi merupakan salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat dan menambah keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme. Metode yang digunakan adalah penyuluhan serta pelatihan pembuatan pupuk organik Bokashi dari limbah pertanian. Pengabdian pada masyarakat dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik Bokashi telah berjalan dengan baik dan lancar. Setelah mengikuti sosialisasi pada kegiatan, masyarakat sudah mampu untuk membuat pupuk organik Bokashi dan dapat mengaplikasikan pupuk organik Bokashi pada tanaman. Adanya kegiatan ini membuat para perserta lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengelola limbah pertanian mereka. Kata Kunci: Bokashi, Limbah Pertanian, Pupuk Organik