Penelitian ini diLatar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya berbagai perilaku koruptif di lingkungan masyarakat yang menunjukkan pentingnya penanaman nilai-nilai anti korupsi sejak dini, termasuk di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam membangun budaya kejujuran, tanggung jawab, dan amanah. Dalam konteks tersebut, komunikasi Islam menjadi salah satu sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi melalui penyampaian pesan dakwah, pendidikan moral, dan pembentukan karakter Islami. Nilai-nilai seperti kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, dan keadilan menjadi prinsip utama dalam komunikasi Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami peran komunikasi Islam dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada mahasiswa. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai penerapan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada mahasiswa melalui proses pembelajaran, dakwah, keteladanan dosen, serta kegiatan keagamaan di lingkungan kampus. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan amanah mulai diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial. Selain itu, penggunaan media digital dan komunikasi dakwah berbasis teknologi juga menjadi sarana efektif dalam menyampaikan edukasi anti korupsi kepada mahasiswa. Namun demikian, masih ditemukan beberapa tantangan seperti rendahnya kesadaran moral sebagian mahasiswa serta pengaruh lingkungan sosial dan media digital yang negatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter anti korupsi pada mahasiswa. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat pendidikan moral dan komunikasi dakwah berbasis nilai-nilai Islam agar mahasiswa mampu menjadi generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.