Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Komunikasi Organisasi Syiar Muhibbah Subuh Dalam Menggerakkan Shalat Subuh Berjamaah di Kota Lhokseumawe Ahmed Al Khalidi; Mahmudi Mahmudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.828

Abstract

Shalat subuh merupakan salah satu shalat lima yang paling banyak orang susah untuk mengerjakannya. Begitu juga yang di alami setiap masjid dikota Lhokseumawe. Pada waktu masuk shalat subuh masjid tampak begitu sepi, banyak shaf-shaf di masjid kota Lhokseumawe yang kosong, di bandingkan shalat lima yang lainnya yaitu shalat dhuhur, ashar, magrib dan isya. Begitu juga dengan antusiasme masyarakat kota Lhokseumawe untuk shalat berjamaah terutama subuh. Sangat sedikit masyarakat yang melakukan shalat subuh berjamaah, dan kalau dilihat di masjid-masjid lebih banyak dari pada kalangan orang usia lanjut yang melakukan shalat berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi syiar muhibbah subuh dalam menggerakkan shalat subuh berjamaah di kota Lhokseumawe serta hambatan pola komunikasi syiar muhibbah subuh dalam menggerakkan shalat subuh berjamaah di kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan dengan teknik deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi syiar muhibbah subuh dalam menggerakkan shalat subuh berjamaah di kota Lhokseumawe adalah mampu dalam menggerakkan salah subuh berjamaah dengan mengirim pesan melalui Short Massage Service (SMS), Email kepada Jamaah-jamaah, membagikan browsur, dan spanduk ke masjid-masjid juga memberikan informasi dari mulut ke mulut. Di mana pola komunikasi ini digunakan untuk mempermudah Syiar Muhibbah Subuh (SMS) dalam mensyiarkan dakwahnya. Hambatan pola komunikasi syiar muhibbah subuh dalam menggerakkan shalat subuh berjamaah di kota Lhokseumawe yaitu masalah ketika hujan dan ketika para jamaah berhalangan hadir ke masjid akibat faktor-faktor tertentu.
Pendidikan Karakter di Lingkungan Alam Bersama Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Mahmudi Mahmudi; M Ramadhan; Mizan Maulana; Ahmed Al Khalidi; Rizka Sylvia; Cut Suci Rahmadani
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember "Implementation of Social Service Programs to Increase Commu
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bmqxbt64

Abstract

Kegiatan di alam terbuka menjadi sarana pembelajaran holistik yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga mendukung pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan di lingkungan alam dalam menanamkan nilai-nilai Islami kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI). Kegiatan ini berlangsung di Minikulus, Bener Meriah, pada tanggal 24 November 2024, dengan fokus pada penguatan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berbasis alam ini mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari, yang tercermin dari perubahan sikap dan perilaku mereka selama dan setelah kegiatan berlangsung.
Peran Komunikasi Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Pada Mahasiswa Ahmed Al Khalidi; Raiyan Raiyan; Rahmatul Fadhil
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12319

Abstract

Penelitian ini diLatar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya berbagai perilaku koruptif di lingkungan masyarakat yang menunjukkan pentingnya penanaman nilai-nilai anti korupsi sejak dini, termasuk di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam membangun budaya kejujuran, tanggung jawab, dan amanah. Dalam konteks tersebut, komunikasi Islam menjadi salah satu sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi melalui penyampaian pesan dakwah, pendidikan moral, dan pembentukan karakter Islami. Nilai-nilai seperti kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, dan keadilan menjadi prinsip utama dalam komunikasi Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami peran komunikasi Islam dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada mahasiswa. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai penerapan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada mahasiswa melalui proses pembelajaran, dakwah, keteladanan dosen, serta kegiatan keagamaan di lingkungan kampus. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan amanah mulai diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial. Selain itu, penggunaan media digital dan komunikasi dakwah berbasis teknologi juga menjadi sarana efektif dalam menyampaikan edukasi anti korupsi kepada mahasiswa. Namun demikian, masih ditemukan beberapa tantangan seperti rendahnya kesadaran moral sebagian mahasiswa serta pengaruh lingkungan sosial dan media digital yang negatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter anti korupsi pada mahasiswa. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat pendidikan moral dan komunikasi dakwah berbasis nilai-nilai Islam agar mahasiswa mampu menjadi generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.