Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS CHATBOT EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP DI KOTA MAKASSAR Dia Rejeki Utami; Nuryanti Thahir; Muhammad Syahrul Alam
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12637

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a major public health problem that may affect growth, academic performance, reproductive health, and future maternal outcomes. Digital health technologies, including chatbots, have emerged as innovative educational tools because they provide interactive, accessible, and personalized health information. Recent evidence indicates that chatbot-based health education effectively improves adolescents' knowledge and attitudes toward reproductive health and anemia prevention. This study aimed to determine the effectiveness of a reproductive health education chatbot on knowledge and attitudes regarding anemia prevention among junior high school girls in Makassar City. A quantitative pre-experimental one group pretest-posttest design was employed involving 60 female students selected using purposive sampling. Data were collected using knowledge questionnaires, attitude questionnaires, and chatbot utilization records. Data analysis included descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, and Paired Sample t-Test. The findings demonstrated that the mean knowledge score increased from 63.42 ± 9.85 to 84.27 ± 7.31, while the mean attitude score improved from 65.18 ± 8.92 to 86.14 ± 6.75. Paired Sample t-Test revealed a statistically significant difference (p = 0.001). Therefore, chatbot-based reproductive health education is effective in improving knowledge and attitudes toward anemia prevention among adolescent girls.
Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Di Rumah Sakit Dia Rejeki Utami; Muhammad Syahrul Alam; Ayu Sri Wahyuni; Nuryanti Thahir
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1385

Abstract

Demam merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami anak akibat infeksi. Penanganan demam tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan dengan intervensi nonfarmakologis seperti kompres hangat. Kompres hangat bekerja melalui mekanisme vasodilatasi yang membantu meningkatkan pelepasan panas tubuh sehingga suhu tubuh dapat menurun.Menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di rumah sakit.Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 anak usia 1–12 tahun yang mengalami demam dan dirawat di rumah sakit, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 30 responden menggunakan teknik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat selama 20 menit, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar rumah sakit. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05.Rata-rata suhu tubuh kelompok intervensi sebelum pemberian kompres hangat adalah 38,7±0,5°C dan menurun menjadi 37,8±0,4°C setelah intervensi. Pada kelompok kontrol, suhu tubuh menurun dari 38,6±0,4°C menjadi 38,3±0,5°C. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada kelompok intervensi (p<0,001) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0,001).Kompres hangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di rumah sakit dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman serta mudah diterapkan