Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendampingan Kesehatan Anak Jalanan Melalui Pemeriksaan Dan Edukasi Kesehatan Dia Rejeki Utami; Rachmat Ramli; Andi Kamal M. Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1311

Abstract

ABSTRACT Street children are a vulnerable population with a high risk of experiencing health problems due to limited access to healthcare services, unhealthy living environments, and inadequate knowledge regarding healthy behaviors. These conditions may affect their growth, development, and overall quality of life. This Community Service Program aimed to improve the health status and knowledge of street children through health examinations and health education activities. The program included basic health screenings, nutritional status assessments, education on clean and healthy living behaviors, and health counseling. A total of 35 street children in Makassar City participated in the activity. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to assess knowledge improvement. The results showed an increase in the average knowledge score from 54.3 before the intervention to 85.6 after the intervention. Several health issues were identified, including poor personal hygiene, mild respiratory infections, and undernutrition among some participants. The health assistance program effectively improved awareness regarding personal health maintenance. Similar programs should be conducted continuously with multisectoral collaboration to improve the health status of street children. Keywords: Street Children, Health Screening, Health Education, Healthy Behavior, ABSTRAK Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, lingkungan yang kurang sehat, serta rendahnya pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan status kesehatan dan pengetahuan anak jalanan melalui pemeriksaan kesehatan serta edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan dasar, pengukuran status gizi, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemberian konseling kesehatan. Sasaran kegiatan adalah 35 anak jalanan yang berada di wilayah Kota Makassar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 54,3 menjadi 85,6 setelah edukasi. Selain itu, ditemukan beberapa masalah kesehatan seperti kebersihan diri yang kurang, keluhan infeksi saluran pernapasan ringan, dan status gizi kurang pada sebagian peserta. Kegiatan pendampingan kesehatan terbukti mampu meningkatkan kesadaran anak jalanan terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan derajat kesehatan anak jalanan. Kata Kunci: Anak Jalanan, Pemeriksaan Kesehatan, Edukasi Kesehatan, PHBS
PENGARUH FAMILY CENTERED CARE TERHADAP KEPUASAN ORANG TUA ANAK YANG DIRAWAT DI RSUD PROVINSI SULAWESI BARAT Dia Rejeki Utami; Ayu Sri Wahyuni; Andi Kamal M. Sallo
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12300

Abstract

Perawatan anak di rumah sakit tidak hanya berfokus pada kondisi medis anak, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai bagian penting dalam proses penyembuhan. Pendekatan Family Centered Care (FCC) merupakan model pelayanan keperawatan yang melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan, pemberian informasi, serta dukungan selama anak menjalani perawatan. Penerapan FCC diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, kepercayaan, dan kepuasan orang tua terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Family Centered Care terhadap kepuasan orang tua anak yang dirawat di RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 orang tua pasien anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penerapan FCC dan kepuasan pelayanan keperawatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk melihat hubungan antara penerapan FCC dengan tingkat kepuasan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menilai penerapan Family Centered Care berada dalam kategori baik dan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan keperawatan. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan FCC terhadap kepuasan orang tua anak yang dirawat. Penerapan FCC perlu terus dikembangkan sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan keperawatan anak di rumah sakit.
Pengaruh Kebiasaan Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Sekolah Dasar Dia Rejeki Utami; Andi Ernawati Manuntungi; Nuryanti Thahir
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1226

Abstract

Breakfast is one of the eating habits that plays an important role in providing energy for the body, especially for school-aged children who require optimal concentration during learning activities. This study aimed to determine the effect of breakfast habits on learning concentration among elementary school children. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 60 elementary school students selected using purposive sampling techniques. Breakfast habits were measured using questionnaires, while learning concentration levels were assessed through observation instruments. Data were analyzed using statistical tests to determine the relationship between breakfast habits and learning concentration. The results showed that children who regularly consumed breakfast had better learning concentration compared to children who did not regularly eat breakfast. The analysis indicated that breakfast habits were associated with learning concentration among elementary school children. Regular breakfast consumption can help fulfill energy and nutritional needs, thereby supporting cognitive function, attention, and learning activities.
Pendampingan Keluarga Dalam Manajemen Nyeri Non-Farmakologi Pada Pasien Post Fraktur Di Wilayah Kerja Puskesmas Manggala Andi Ernawati Manuntungi; Dia Rejeki Utami; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1325

Abstract

ABSTRACT Fracture is a condition involving disruption of bone continuity that often causes pain, limited mobility, and discomfort during the recovery process. Pain management in post-fracture patients does not only rely on pharmacological therapy but also requires non-pharmacological interventions that can be independently performed by patients and families at home. Families play an important role in providing psychological support, assisting mobility, and applying simple pain management techniques. This Community Service Program aimed to improve family knowledge and skills in implementing non-pharmacological pain management for post-fracture patients in the working area of Manggala Public Health Center. The methods included health education, demonstrations of deep breathing relaxation, distraction techniques, comfortable positioning, appropriate compress techniques, and family assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test knowledge assessments. The participants consisted of 35 families of post-fracture patients. The results showed an increase in participants’ knowledge scores from 54.6 before education to 87.2 after education. Participants were also able to demonstrate appropriate non-pharmacological pain management techniques. This program demonstrated that family assistance effectively improves family ability to support pain control and enhance patient comfort during post-fracture recovery. ABSTRAK Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang sering menimbulkan nyeri, keterbatasan aktivitas, dan gangguan kenyamanan pasien selama masa pemulihan. Pengelolaan nyeri pada pasien post fraktur tidak hanya bergantung pada terapi farmakologi, tetapi juga membutuhkan intervensi non-farmakologi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien dan keluarga di rumah. Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan psikologis, membantu mobilisasi, serta menerapkan teknik sederhana untuk mengurangi nyeri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan manajemen nyeri non-farmakologi pada pasien post fraktur di wilayah kerja Puskesmas Manggala. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan, demonstrasi teknik relaksasi napas dalam, distraksi, pengaturan posisi nyaman, kompres sesuai indikasi, serta pendampingan keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan. Sasaran kegiatan sebanyak 35 keluarga pasien post fraktur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 54,6 sebelum edukasi menjadi 87,2 setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik manajemen nyeri non-farmakologi secara tepat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan keluarga efektif dalam meningkatkan kemampuan keluarga untuk membantu mengontrol nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemulihan post fraktur.
Pendampingan Kesehatan Anak Jalanan Melalui Pemeriksaan Dan Edukasi Kesehatan Dia Rejeki Utami; Rachmat Ramli
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, lingkungan yang kurang sehat, serta rendahnya pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan status kesehatan dan pengetahuan anak jalanan melalui pemeriksaan kesehatan serta edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan dasar, pengukuran status gizi, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemberian konseling kesehatan. Sasaran kegiatan adalah 35 anak jalanan yang berada di wilayah Kota Makassar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 54,3 menjadi 85,6 setelah edukasi. Selain itu, ditemukan beberapa masalah kesehatan seperti kebersihan diri yang kurang, keluhan infeksi saluran pernapasan ringan, dan status gizi kurang pada sebagian peserta. Kegiatan pendampingan kesehatan terbukti mampu meningkatkan kesadaran anak jalanan terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan derajat kesehatan anak jalanan. Kata Kunci: Anak Jalanan, Pemeriksaan Kesehatan, Edukasi Kesehatan, PHBS
Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Di Rumah Sakit Dia Rejeki Utami; Muhammad Syahrul Alam; Ayu Sri Wahyuni; Nuryanti Thahir
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1385

Abstract

Demam merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami anak akibat infeksi. Penanganan demam tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan dengan intervensi nonfarmakologis seperti kompres hangat. Kompres hangat bekerja melalui mekanisme vasodilatasi yang membantu meningkatkan pelepasan panas tubuh sehingga suhu tubuh dapat menurun.Menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di rumah sakit.Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 anak usia 1–12 tahun yang mengalami demam dan dirawat di rumah sakit, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 30 responden menggunakan teknik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat selama 20 menit, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar rumah sakit. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05.Rata-rata suhu tubuh kelompok intervensi sebelum pemberian kompres hangat adalah 38,7±0,5°C dan menurun menjadi 37,8±0,4°C setelah intervensi. Pada kelompok kontrol, suhu tubuh menurun dari 38,6±0,4°C menjadi 38,3±0,5°C. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada kelompok intervensi (p<0,001) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0,001).Kompres hangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di rumah sakit dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman serta mudah diterapkan
Penyuluhan Gaya Hidup Sehat Untuk Mengurangi Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Dia Rejeki Utami; Sudirman Sudirman; Nurul Aisyisyah P; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1025

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease that is a leading cause of morbidity and mortality worldwide. COPD develops progressively and is often diagnosed only at an advanced stage due to low public awareness of risk factors and prevention efforts. The main risk factors for COPD include smoking, exposure to air pollution, and an unhealthy lifestyle. This Community Service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of adopting a healthy lifestyle to reduce the risk of COPD. Implementation methods included health education, interactive discussions, education on clean and healthy living behaviors, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity showed an increase in public knowledge and changes in attitudes toward COPD-risk behaviors. Healthy lifestyle education is expected to contribute to COPD prevention efforts and improve the community's quality of life.