Demam merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami anak akibat infeksi. Penanganan demam tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan dengan intervensi nonfarmakologis seperti kompres hangat. Kompres hangat bekerja melalui mekanisme vasodilatasi yang membantu meningkatkan pelepasan panas tubuh sehingga suhu tubuh dapat menurun.Menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di rumah sakit.Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 anak usia 1–12 tahun yang mengalami demam dan dirawat di rumah sakit, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 30 responden menggunakan teknik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat selama 20 menit, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar rumah sakit. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05.Rata-rata suhu tubuh kelompok intervensi sebelum pemberian kompres hangat adalah 38,7±0,5°C dan menurun menjadi 37,8±0,4°C setelah intervensi. Pada kelompok kontrol, suhu tubuh menurun dari 38,6±0,4°C menjadi 38,3±0,5°C. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada kelompok intervensi (p<0,001) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0,001).Kompres hangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam di rumah sakit dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman serta mudah diterapkan
Copyrights © 2026