Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Performance Enhancement of Distribution System using Grey Wolf Optimizer for Capacitor Placement and Sizing Considering Load Variations Sahat Siagian; Yoakim Simamora; Desman Jonto Sinaga; Mas Aly Afandi
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 10 No 3 (2026): June 2026
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v10i3.7482

Abstract

This research introduces a Grey Wolf Optimizer (GWO) strategy for determining the optimal placement and sizing of shunt capacitors in radial distribution networks under different load scenarios. The task is structured as a multi-scenario optimization model aimed at reducing active power loss, voltage deviation, and annual compensation expenses, all while adhering to bus voltage and line current limitations. Unlike traditional methods that focus on capacitor allocation for a single operating condition, this approach explicitly accounts for light, normal, and heavy load conditions to ensure solutions are effective throughout daily demand fluctuations. The method is tested on the IEEE 33-bus distribution system and benchmarked against several existing metaheuristic techniques. Findings reveal that GWO consistently provides viable capacitor configurations across all load conditions and offers enhanced technical and economic outcomes. During normal load conditions, the method decreases active power loss from 202.69 kW to 131.83 kW, and under heavy load, it achieves the highest annual net savings of $97,588. In summary, the results suggest that GWO is a reliable and economical solution for reactive power compensation planning in distribution systems with variable loads.
Rancang Bangun Sistem Monitoring pH dan Kekeruhan Air pada Tandon Komunal Berbasis Internet of Things Sulihkhudin Aditya Risqi; Slamet Indriyanto; Mas Aly Afandi
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 3 No. 3 (2026): SINTA: JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v3i3.326

Abstract

Kualitas air bersih di lingkungan perumahan sering kali menjadi permasalahan krusial, terutama terkait fluktuasi tingkat kekeruhan dan derajat keasaman (pH) pada tandon komunal. Kontaminasi endapan dan bahan organik dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji prototipe sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32. Parameter yang dipantau meliputi tingkat kekeruhan (menggunakan sensor TDS), derajat keasaman (menggunakan sensor pH-4502C), serta volume air (menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04). Data pembacaan sensor diproses oleh ESP32 dan dikirimkan ke server berbasis web untuk dipantau secara real-time oleh warga tanpa memerlukan proses otentikasi (login). Sistem peringatan dini diimplementasikan menggunakan modul buzzer yang akan aktif jika parameter air melampaui ambang batas aman (TDS > 500 mg/L atau pH di luar rentang 6,5–8,5). Pengujian sistem menunjukkan bahwa akurasi pembacaan sensor pH mencapai rata-rata 98,83%, sensor TDS mencapai 99,65%, dan sensor ultrasonik mencapai 97,52%. Integrasi IoT berjalan optimal dengan pembaruan antarmuka website secara presisi sesuai dengan kondisi air. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah warga dan pengelola tandon dalam menjaga sanitasi air secara proaktif.
Peningkatan Efisiensi Penggunaan Nutrisi Pada Sistem Budidaya Hidroponik Di Desa Berkoh Berbasis Sistem Elektronik Mas Aly Afandi; Sevia Indah Purnama; Alfin
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2524

Abstract

Teknik hidroponik merupakan salah satu cara yang umum dilakukan untuk proses budidaya pertanian. Masalah penurunan parameter nutrisi yang terjadi secara tiba-tiba mengakibatkan tanaman tumbuh tidak maksimal. Dibutuhkan sebuah peningkatan aset dalam fasilitas budidaya hidroponik agar pemantauan dapat dilakukan secara otomatis. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan sebuah pengabdian kepada masyarakat pada salah satu mitra sasar di desa Berkoh Kabupaten Banyumas.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tanaman yang tidak maksimal dalam budidaya turun sebesar 40%. Penurunan tersebut dinilai signifikan terhadap keberlanjutan kebun hidroponik.