Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komitmen karier terhadap psychological well-being (PWB) pada karyawan yang mengalami relationship breakup di Jakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui Google Form dengan menerapkan teknik purposive sampling hingga diperoleh 200 responden karyawan di wilayah DKI Jakarta. Karakteristik partisipan meliputi pekerja aktif berusia 19–25 tahun, telah mengalami perpisahan hubungan asmara dalam kurun waktu maksimal dua tahun terakhir, dan saat ini berstatus tidak sedang menjalin hubungan romantis yang serius. Instrumen pengumpulan data menggunakan adaptasi Ryff’s Psychological Well-Being Scale (18 item) dan modifikasi Career Commitment Measure (9 item) dengan rentang penskoran skala Likert 1–4. Teknik analisis data diselesaikan melalui uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran positif dan signifikan dari komitmen karier terhadap psychological well-being karyawan pasca-perpisahan (F = 4145,649; p = 0,000). Nilai koefisien korelasi (R = 0,977) mengindikasikan hubungan positif yang sangat kuat, sementara nilai koefisien determinasi (R2 = 0,954) menunjukkan bahwa komitmen karier berkontribusi sebesar 95,4% terhadap variasi psychological well-being, sedangkan 4,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Setiap peningkatan satu satuan skor komitmen karier diikuti oleh kenaikan PWB sebesar 1,920 poin pada konstanta 1,499. Temuan ini mengonfirmasi bahwa keterikatan profesional yang kuat berfungsi sebagai buffer psikologis dan mekanisme regulasi diri yang dominan bagi pekerja muda urban dalam menjaga kestabilan mental dari duka perpisahan personal.