Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko dalam Transformasi Pelayanan Publik Kesehatan di Kota Makassar Muhajrin Muhajrin; Mahar Muharram Hamzah Assabrun Malik
Journal of Health Quality Development Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v5i2.1010

Abstract

Transformasi pelayanan publik kesehatan di Kota Makassar berlangsung seiring dengan percepatan digitalisasi layanan kesehatan nasional, penerapan rekam medis elektronik, integrasi data melalui SATUSEHAT, dan penguatan layanan primer. Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan akses, efisiensi, transparansi data, dan mutu layanan kesehatan. Namun, transformasi digital juga menghadirkan risiko baru dalam tata kelola, keamanan data, interoperabilitas sistem, kesiapan sumber daya manusia, kesenjangan akses digital, serta keberlanjutan pembiayaan. Kajian ini bertujuan menganalisis manajemen risiko dalam transformasi pelayanan publik kesehatan di Kota Makassar melalui kajian literature review. Metode yang digunakan adalah literature review terstruktur dengan menelaah 16 sumber mutakhir periode 2021-2026 yang terdiri atas artikel ilmiah, regulasi, dokumen kebijakan, dan sumber resmi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko utama transformasi pelayanan kesehatan di Makassar meliputi risiko strategis, operasional, teknologi, keamanan data, kepatuhan hukum, sumber daya manusia, dan keadilan akses. Transformasi digital seperti SIMPUS J-Care, J-Care ILP, rekam medis elektronik, integrasi SATUSEHAT, dan sistem antrian pasien membutuhkan pengelolaan risiko yang preventif, adaptif, dan kolaboratif. Kajian ini menawarkan matriks manajemen risiko sebagai kontribusi konseptual untuk memperkuat tata kelola transformasi pelayanan publik kesehatan berbasis risiko pada tingkat pemerintah daerah.
SOSIALISASI TATA CARA PENDAFTARAN, RUJUKAN DAN ADMINISTRASI DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT DI RSUD HAJI MAKASSAR Asriani Minarti S; Muhajrin Muhajrin; Shulystiawaty Desy Resky; Anggun Dinianti; Sulfianti Fakhruddin; Mahar Muharram Hamzah Assabrun Malik; Nurhayati B; Awaluddin Jamin
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1075

Abstract

Pemanfaatan layanan pendaftaran berbasis digital dan sistem rujukan memerlukan pemahaman pasien agar proses pelayanan rumah sakit dapat berjalan dengan baik. Hasil observasi awal dan komunikasi dengan petugas RSUD Haji Makassar menunjukkan bahwa masih terdapat pasien yang mengalami kebingungan dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN dan membutuhkan arahan dalam proses pendaftaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien dan pendamping pasien mengenai tata cara pendaftaran, penggunaan Mobile JKN, sistem rujukan, dan alur administrasi pelayanan di RSUD Haji Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi masalah, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman. Sebanyak 21 peserta terdiri atas 11 pasien dan 10 pendamping pasien mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pertanyaan lisan sebelum dan sesudah penyampaian materi serta observasi terhadap respons dan keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta, terutama mengenai tahapan pendaftaran, penggunaan Mobile JKN, dan prosedur rujukan. Peserta juga menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam bertanya dan menyampaikan kendala pelayanan. Sosialisasi dan diskusi interaktif memberikan manfaat dalam membantu pasien dan pendamping memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai prosedur pelayanan rumah sakit. Evaluasi kegiatan masih terbatas pada pertanyaan lisan dan observasi, sehingga kegiatan selanjutnya disarankan menggunakan instrumen evaluasi yang lebih terstruktur dan melibatkan peserta yang lebih banyak.