Ahmad Hapi Badali
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Pendidikan Karakter dalam Elemen Kisah Teladan pada Pembelajaran Akidah Akhlak Fase D–F Abdullah Abdullah; Dela Sevira; Nur Aisyah; Hendra Surya Aditama; Ahmad Hapi Badali
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2640

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam Kurikulum Merdeka, terutama pada pembelajaran Akidah Akhlak yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik. Elemen kisah teladan memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter melalui cerita para nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam elemen kisah teladan pada pembelajaran Akidah Akhlak fase D, E, dan F. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari basis data Google Scholar, DOAJ, dan Portal Garuda dengan kata kunci "nilai pendidikan karakter", "kisah teladan Akidah Akhlak", dan "fase Kurikulum Merdeka". Dari 70 sumber yang teridentifikasi, 25 sumber relevan (2016-2026) dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai karakter dalam elemen kisah teladan meliputi kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kepemimpinan, keilmuan, dan kepedulian sosial; (2) pada fase D, nilai-nilai dasar diperkenalkan melalui kisah para nabi dan Khulafaurasyidin; (3) pada fase E, nilai keberanian dan keteguhan ditekankan melalui kisah Nabi Luth dan Ashabul Kahfi; (4) pada fase F, nilai keilmuan dan tanggung jawab sosial diperkuat melalui kisah sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara. Nilai kesabaran muncul sebagai nilai inti yang melintasi semua fase. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi pola nilai lintas fase dan relevansinya dengan tahap perkembangan peserta didik. Implikasi praktisnya, guru Akidah Akhlak perlu menyampaikan kisah teladan secara kontekstual dan bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik