Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Religiusitas Intrinsik dan Psychological Well-Being Remaja: Peran Mediasi Coping Spiritual Putri Riani; Anna Noprianty; Uzdma Latifah; Preti Preti; Surawan Surawan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2710

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat religiusitas intrinsik yang tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh keyakinan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama, konsistensi dalam beribadah, dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa responden telah menginternalisasikan nilai-nilai agama secara mendalam, sehingga agama tidak hanya dipahami secara teoretis tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi kesehatan mental responden berada pada kategori cukup tinggi hingga tinggi, dengan aspek yang paling menonjol termasuk kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan untuk menjalin hubungan sosial yang baik, dan adanya tujuan hidup yang jelas. Namun demikian, aspek penguasaan lingkungan tetap berada pada kategori cukup, yang menunjukkan bahwa sebagian responden masih menghadapi kesulitan dalam mengelola kehidupan sehari-hari, terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Sebaliknya, coping spiritual tampaknya sangat penting bagi penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat coping spiritual yang tinggi hingga sangat tinggi, yang ditandai dengan keseimbangan antara upaya pribadi, doa, dan kepercayaan kepada Tuhan saat menghadapi masalah. Ini menunjukkan bahwa coping spiritual membantu memperkuat hubungan antara religiusitas intrinsik dan kesehatan mental, yang memungkinkan responden untuk mengelola stres dengan lebih baik dan mempertahankan keadaan pikiran yang stabil.
SOSIALISASI ANTI-PERUNDUNGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK TPA PONDOK PESANTREN MANBA’U DARISSALAM Dewi Astuti; Dimas Aulia Arzaqi; Elsa Widyastuti; Ghazali Rahman; Putri Riani; Siti Nursalsabila; Tantri Lestari; Tiara Hikmah; Zahwa Aulia; Yulia Rahma
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62945

Abstract

Perilaku yang dapat mengganggu kenyamanan, keamanan, dan hubungan sosial anak disebut perundungan. Sangat penting bagi anak-anak untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang jenis, efek, dan cara menghindari perundungan sejak dini. Ini akan membantu mereka mengidentifikasi dan menangani perilaku tersebut dengan benar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anak-anak yang tinggal di TPA Pondok Pesantren Manba'u Darissalam tentang perundungan dan bagaimana mencegahnya dan menanganinya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema "Stop Bullying! Yuk Jadi Teman yang Baik," kegiatan diikuti oleh 25 siswa, terdiri dari 8 laki-laki dan 17 perempuan. Pre-test dan post-test, masing-masing terdiri dari lima soal pilihan ganda, digunakan untuk menilai kegiatan. Untuk menganalisis data secara deskriptif, jumlah dan persentase jawaban benar sebelum dan sesudah sosialisasi dibandingkan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta; jumlah jawaban benar meningkat sebesar 22,4 poin persentase dari 90 jawaban (72,2%) pada pre-test menjadi 118 jawaban (94,4%) pada post-test. Hasil menunjukkan bahwa sosialisasi anti-perundungan dapat membantu peserta memahami apa arti, bentuk, efek, pencegahan, dan tindakan yang tepat saat mengalami atau menyaksikan perundungan. Meskipun demikian, hasil ini terbatas pada aspek pemahaman yang diukur oleh alat evaluasi.