Lufia Putri
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Nomophobia Pada Siswa SMA di Kota Pekanbaru Lufia Putri; Tri Umari; Donal
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2711

Abstract

Ketika seseorang tidak dapat mengakses atau menggunakan ponsel pintar, mereka mengalami kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan ketakutan. Gangguan psikologis ini dikenal sebagai nomofobia. Aspek akademik, sosial, dan psikologis kehidupan siswa dapat terpengaruh oleh penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan restrukturisasi kognitif dapat mengurangi perilaku nomofobia pada siswa di Madrasah Aliyah (MA) Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, metode eksperimental, dan metodologi kuantitatif. Delapan siswa yang termasuk dalam kategori nomofobia sedang dan tinggi dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Skala nomofobia digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, dan uji Wilcoxon serta uji Normalized Gain (N-Gain) digunakan untuk analisis. Setelah menerima layanan terapi kelompok menggunakan pendekatan restrukturisasi kognitif, tingkat nomofobia peserta menurun, menurut hasil penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perawatan, dengan Asymp. Sig. Nilai (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05). Skor nomofobia menurun pada seluruh partisipan penelitian, seperti yang ditunjukkan oleh nilai peringkat negatif sebesar 8 dan nilai peringkat positif sebesar 0. Sementara itu, layanan konseling kelompok dengan menggunakan strategi restrukturisasi kognitif cukup efektif, menurut hasil uji N-Gain sebesar 0,47. Berdasarkan penelitian ini, layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dapat menjadi intervensi pengganti yang berhasil untuk menurunkan perilaku nomofobia pada siswa Madrasah Aliyah di Kota Pekanbaru.