Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Buku Panduan Konseling Kelompok untuk Mereduksi Burnout Akademik Siswa SMA Natasya Putri Sentana; Elni Yakub; Donal
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2708

Abstract

Burnout akademik merupakan salah satu permasalahan yang banyak dialami siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan ditandai oleh kelelahan emosional, berkurangnya semangat belajar, serta kecenderungan bersikap acuh terhadap kegiatan akademik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang didukung oleh panduan yang sistematis agar pelaksanaannya lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku panduan konseling kelompok untuk membantu mereduksi burnout akademik pada siswa SMK yang memenuhi aspek kelayakan dan kemudahan penggunaan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Buku panduan yang dikembangkan memuat materi mengenai burnout akademik, pelaksanaan konseling kelompok, serta penerapan beberapa teknik konseling, seperti cognitive restructuring, self instruction, self talk, thought stopping, dan modelling. Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor validasi ahli media sebesar 97% serta validasi ahli materi dan bahasa sebesar 88%. Selain itu, hasil uji praktikalitas oleh guru Bimbingan dan Konseling mencapai 95% yang termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, buku panduan yang dikembangkan dinilai layak dan mudah digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok guna membantu mengurangi burnout akademik pada siswa SMK.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Nomophobia Pada Siswa SMA di Kota Pekanbaru Lufia Putri; Tri Umari; Donal
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2711

Abstract

Ketika seseorang tidak dapat mengakses atau menggunakan ponsel pintar, mereka mengalami kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan ketakutan. Gangguan psikologis ini dikenal sebagai nomofobia. Aspek akademik, sosial, dan psikologis kehidupan siswa dapat terpengaruh oleh penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan restrukturisasi kognitif dapat mengurangi perilaku nomofobia pada siswa di Madrasah Aliyah (MA) Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, metode eksperimental, dan metodologi kuantitatif. Delapan siswa yang termasuk dalam kategori nomofobia sedang dan tinggi dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Skala nomofobia digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, dan uji Wilcoxon serta uji Normalized Gain (N-Gain) digunakan untuk analisis. Setelah menerima layanan terapi kelompok menggunakan pendekatan restrukturisasi kognitif, tingkat nomofobia peserta menurun, menurut hasil penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perawatan, dengan Asymp. Sig. Nilai (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05). Skor nomofobia menurun pada seluruh partisipan penelitian, seperti yang ditunjukkan oleh nilai peringkat negatif sebesar 8 dan nilai peringkat positif sebesar 0. Sementara itu, layanan konseling kelompok dengan menggunakan strategi restrukturisasi kognitif cukup efektif, menurut hasil uji N-Gain sebesar 0,47. Berdasarkan penelitian ini, layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dapat menjadi intervensi pengganti yang berhasil untuk menurunkan perilaku nomofobia pada siswa Madrasah Aliyah di Kota Pekanbaru.