Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Kesiapan Masyarakat Kecamatan Sepaku dan Samboja Terhadap Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia Dewi, Maulida Rachmalia; Syafitri, Elin Diyah; Dewanti, Ajeng Nugrahaning
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v16i4.32368

Abstract

The relocation of the national capital is national development that has a positive impact and benefits on the people in it. Sustainable results in national development can occur if the community is actively involved in its development. Community involvement is related to the community readiness in Kecamatan Sepaku and Samboja in dealing with the relocation of the Indonesia‟s national capital. If the community is not ready, it can affect the condition of the community itself. The highest level of community readiness in dealing with issues is that the community involved and able to evaluate the program that has been prepared.. However, the condition of the community in Kecamatan Sepaku and Kecamatan Samboja is not yet known towards the planned relocation of the national capital. Therefore, this study aims to analyze the level of readiness of Kecamatan Sepaku and Kecamatan Samboja towards of the relocation of the national capital. Analysis of the level of community readiness using the community readiness model. It is known that the final value of the community readiness in Kecamatan Sepaku is 3 (vague awareness) and in Kecamatan Samboja is 2 (denial / resistance).         
Strategi Pengembangan Pasar Waru di Kabupaten Panajam Paser Utara Berdasarkan Faktor-Faktor Kenyamanan Berbelanja Rizky Bobby Anggoro; Mega Ulimaz; Elin Diyah Syafitri
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.112-120

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terkait infrastruktur perkotaan dengan fokus pengembangan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pasar tradisional di Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara berdasarkan kenyamanan berbelanja konsumen. Pasar Waru merupakan pasar satu – satunya di Kecamatan Waru. Pasar Waru memiliki beberapa permasalahan yang dinilai dapat mempengaruhi kenyamanan konsumen untuk berbelanja, seperti permasalahan ruang gerak konsumen yang sempit, bau yang kurang sedap akibat dari kebersihan Pasar Waru yang rendah, dan kondisi beberapa koridor pasar yang terdapat genangan pada saat hujan. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT IFAS EFAS. Terdapat tujuh faktor internal yang mempengaruhi kenyamanan, yaitu keamanan pasar, pencahayaan pasar, kemudahan mobilitas konsumen, kebersihan pasar, kebersihan kios pedagang, keleluasaan  konsumen  bermobilitas,  dan  aroma  di  dalam  pasar. Selain itu juga terdapat enam   faktor  eksternal  yang mempengaruhi kenyamanan berbelanja di Pasar Waru, yaitu kemudahan mendapatkan harga murah, ketelitian pedagang, letak pasar terhadap tempat tinggal, kebisingan dari luar pasar, durasi operasional, dan gangguan curah hujan. Terdapat tiga strategi pengembangan untuk Pasar Waru, yaitu peningkatan kualitas bak sampah, pembangunan saluran pembuangan dan pengolahan limbah, serta renovasi bangunan pasar.
Penentuan Daerah Penyangga Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara Desy Ariyani; Elin Diyah Syafitri; Rahmi Yorika
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.93-101

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto merupakan kawasan konservasi yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan 1231 tahun 2017 memiliki luas 64.814,98 Ha, dari total luasan terdapat pemanfatan lahan pertambangan dengan luas 956 Ha, perkebunan seluas 52 Ha, permukiman atau lahan terbangun seluas 173 Ha dan petanian dengan luas 16.915 Ha. Dimana terdapat 21,29%  dari total luas Taman Hutan Raya Bukit Soeharto dan daerah penyangga yang dipergunakan untuk pertambangan, pertanian lahan kering campuran, pertanian lahan kering, tanah kosong /terbuka, pemukiman, tambak/perikanan dan perkebunan. Hal ini dikarenakan masyarakat tidak mengetahui batasan wilayah untuk memanfaatkan sumberdaya hutan sehingga terjadi pemanfataan lahan yang tidak seharusnya. Selain itu, masyarakat juga tidak mengetahui bahwa kawasan konservasi tidak boleh dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk  menentukan wilayah yang berfungsi sebagai daerah penyangga kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Penelitian menggunakan metode overlay peta dengan alat analisis Arcgis 10.7 dengan parameter penentuan fungsi kawasan adalah  kemiringan lahan, jenis tanah dan curah hujan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat wilayah dengan luas sebesar 2.2 Ha yang memiliki fungsi sebagai daerah penyangga. Wilayah tersebut termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Sungai Merdeka, Wonotirto, dan Karya Jaya
Kajian Preferensi Stakeholder Terhadap Kebijakan Jalan Berbayar dan Parkir Progresif Studi Kasus di Wilayah Urban dan Sub Urban, Kota Balikpapan Elin Diyah Syafitri
Jurnal Planoearth Vol 4, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.187 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i1.683

Abstract

Tujuan penelitian mengidentifikasi instrumen kebijakan yang paling dapat diterima oleh stakeholder dan merekomendasikan pendekatan manajemen stakeholder untuk meminimalkan potensi konflik. Penelitian dilakukan di Kota Balikpapan. Dua pilihan kebijakan, road pricing dan parkir progresif dievaluasi melalui pengukuran preferensi dan analisis pemangku kepentingan. Stakeholder dibagi menjadi 3 kelompok yaitu beneficiaries, decision maker, dan influence group. Respon stakeholder dihitung menggunakan borda count method dan analisis preference.  Studi ini menemukan kebijakan parkir progresif lebih diterima oleh stakeholder daripada kebijakan jalan berbayar, baik di wilayah urban dan sub urban. Disimpulkan bahwa kebijakan parkir progresif lebih diterima ketika harus diterapkan di Kota yang sedang berkembang daripada kebijakan jalan berbayar.
Analisis Karakteristik Pengunjung Obyek Wisata Kebun Raya Balikpapan Rahmi Yorika; Rizky Arif Nugroho; Elin Diyah Syafitri
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v5i2.1079

Abstract

In this study, the authors aims to analyze characteristics of visitor at the Balikpapan Botanical Gardens Tourism Object. This study aims to determine the characteristics of visitors based on demographic characteristics, physiological characteristics and characteristics of travel patterns. The method used is descriptive qualitative research method with a rationalistic approach based on data obtained through questionnaires. The research results obtained, the demographic characteristics of visitors to the Balikpapan Botanical Gardens are dominated by the unmarried young generation, aged 17-30 years and dominated by male gender. As many as 36% of visitor respondents are students and university students. Physiological characteristics of visitors show that 98% of visitor respondents are tourists who make short visits <12 hours, and the largest budget allocation is for transportation so it is not consumptive. Based on the characteristics of the travel pattern, it was found that the majority of visitors (97.2% of respondents) were group visitors who arranged their own trips without the help of a travel agency for vacation purposes and the dominant vehicle preferences were using cars and motorbikes.Keywords : Botanical Gardens, Tourism, Visitor, CharacteristicABSTRAKDalam penelitian ini penulis menganalisis karakteristik pengunjung Objek Wisata Kebun Raya Balikpapan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung berdasarkan karakteristik demografis, karakteristik fisiologis dan karakteristik pola perjalanan. Metode yang digunakan yaitu, metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik berdasarkan data yang didapatkan melalui kuisioner. Hasil penelitian yang didapatkan, maka karakteristik demografis pengunjung Kebun Raya Balikpapan didominasi oleh generasi muda belum menikah, berusia 17-30 tahun dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki. Sebanyak 36% dari responden pengunjung merupakan pelajar dan mahasiswa. Karakteristik pengunjung secara fisiologis diperoleh hasil bahwa 98% responden pengunjung adalah wisatawan yang melakukan kunjungan singkat < 12 jam, dan alokasi anggaran terbesar adalah untuk transportasi sehingga tidak konsumtif. Berdasarkan karakteristik pola perjalanannya, diperoleh hasil bahwa mayoritas pengunjung (97,2% responden) merupakan pengunjung rombongan yang mengatur perjalanannya sendiri tanpa bantuan biro perjalanan dengan tujuan liburan dan preferensi kendaraan dominan adalah menggunakan mobil dan sepeda motor.Kata kunci :  Karakteristik, Kebun Raya, Pengunjung, Wisata
Assessment of Settlement Quality Levels in Balikpapan Kota Subdistrict, Balikpapan, Indonesia Mega Ulimaz; Reynaldi Yudha Pratama; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Elin Diyah Syafitri
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 19, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1946.906 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v19i1.55-67

Abstract

Balikpapan is experiencing rapid urbanization and has an essential role in settlement development. One of the strategic issues of settlements in Balikpapan is the settlements that have decreased in quality in residential in urban areas with a mild level of slum. Based on the Balikpapan Spatial Plan, the spatial pattern in the Balikpapan Kota Subdistrict is dominated by the Settlement Area. It can be said that the components of settlements are the components that are planned to support settlement activities. Therefore, it is necessary to assess the quality of settlements in the Settlement Area in the Balikpapan Kota Subdistrict. The analysis was carried out by quantitative descriptive method (scoring method) with the unit of study for each settlement block or neighborhood. The analysis results of the quality of settlements in the Balikpapan Kota Subdistrict tend to have reasonable quality settlements. There were no areas that had poor settlement quality values. In the research area, from 131 neighborhoods, 19 neighborhoods still have a moderate quality of settlements. It is necessary to increase several components to improve the quality of settlements in each block so that all settlements become more liveable.
The Development of Attraction in Natural Tourism Object “Agrowisata Taman Arum” in Sumber Sari Village Loa Kulu Sub-District Novi Anugraheni; Elin Diyah Syafitri; Devi Triwidya
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.58-67

Abstract

Agrowisata Taman Arum is one of the natural tourism objects in Sumber Sari Village, Loa Kulu Subdistrict. Attractions can develop if they have a tourist attraction where the attraction will encourage tourists to visit a tourist attraction. While natural tourism activities in Sumber Sari Village are hampered to develop because the tourist attraction that is owned by this village has not been well managed by the local community and tourism managers. One of the impacts is a decrease in the number of tourists each year by 52% from 2015 to 2019. Therefore, the purpose of this study is to analyze more deeply related to the natural attractions of Taman Arum Agro Tourism. The research analysis method used is a Likert-descriptive scale. The results obtained include the development of natural resource cultivation ((paddy agriculture and plantations), flora, customs / culture, water), the development of tourism activities (agro-tourism, shopping (picking / harvesting fruits and vegetables), and education), the development of hygiene management and tourism security to minimize problems caused by tourist trash, animals (intruders / destroyers), natural disasters (floods / landslides), disturbance to flora, fires, illegal logging and encroachment.
Konsep Pengembangan Kebun Raya Balikpapan Sebagai Destinasi Wisata Alam Unggulan Rizky Arif Nugroho; Elin Diyah Syafitri; Rahmi Yorika
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i3.33569

Abstract

Balikpapan Botanical Garden, which was established in 1994, held potential to be developed more. It was possible since Balikpapan Botanical Garden had 300 hectare wide area. The development of Balikpapan Botanical Garden supported East Kalimantan Government plan to enhanced their tourism sector. Therefore, the concept of Balikpapan Botanical Garden development was necessary. By using descriptive qualitative analysis, the concept formulated as followed. Ensuring safety and security of tourist, creating special zone for interaction between tourist and nature, holding event, providing transportation mode, and deploying trained and professional staff.
Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan Berdasarkan Faktor Faktor Penyebab Terjadinya Permukiman Kumuh Aldania; Elin Diyah Syafitri
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 1 (2023): COMPACT- Special Issue "Seminar Nasional Compact"
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i1.847

Abstract

Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan menjadi salah satu kelurahan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Walikota 2020 Tentang Surat Keputusan Walikota Balikpapan tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh. Permukiman Kumuh di Kota Balikpapan memiliki total luasan sebesar 10,39 Ha. Terdapat beberapa faktor penyebab adanya permukiman kumuh, salah satunya pada sarana prasarana yaitu sanitasi tidak sesuai dengan teknis penyediaan pada rumah layak huni. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kesesusaian untuk melihat karakteristik permukiman kumuh, analisis sebab akibat/fishbone analisis untuk menentukan factor penyebab permukiman kumuh dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi penanganan permukiman kumuh Kelurahan Klandasan Ilir. Berdasarkan hasil analisis sebab akibat faktor penyebab terjadinya permukiman kumuh berdasarkan kategori sumber daya manusia terbadap 6 penyebab, material 15 penyebab, metode dan proses 4 penyebab, lingkungan 5 penyebab. Strategi penanganan permukiman kumuh berdasarkan faktor penyebab dirumuskan dengan 9 strategi terdiri dari 2 S-O, 4 W-O, 1 S-T, dan 2 WT.
Analisis Potensi Pariwisata di Bagian Wilayah Perencanaan Ibu Kota Negara Timur, Kalimantan Timur Natasya Valentina Putri Tommy; Elin Diyah Syafitri; Rizky Arif Nugroho; Dwinsani Pratiwi Astha
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 2 No 2 (2023): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v2i2.874

Abstract

According to Law Number 3 of 2022 concerning the State Capital, Sepaku District is designated as a tourism and entertainment center area, namely BWP 4 or BWP IKN Timur. Based on the results of field observations, it is known that BWP IKN East has natural tourism potential in the form of mangrove forests, waterfalls, bamboo forests and caves. The natural beauty and beautiful villages can support the development of tourism. In its development, a tourism object must have six tourism criteria. Therefore it is necessary to analyze the tourism potential based on the six tourism criteria to support tourism development in BWP IKN Timur. As for the research method, the data used are primary data from field observations and documentation, and this research is qualitative in nature, and the analysis used is classification analysis through a scoring process. After conducting data analysis, it was found that BWP IKN East has tourism potential in the form of potential attractions, accessibility, amenities, ancillary, activities, and available packages.