Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Layanan Bimbingan Kelompok sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Menyontek pada Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri Putri Intan Canian; Uli Makmun Hasibuan; Riska Valentina Saragih; Karina Nidia
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menyontek merupakan bentuk ketidakjujuran akademik yang masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah menengah, termasuk pada jenjang madrasah aliyah. Artikel ini menyajikan kegiatan pengabdian berbasis pengalaman nyata yang diperkuat studi literatur, dengan tujuan mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok sebagai upaya pencegahan perilaku menyontek pada peserta didik. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Mei 2026 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan, melibatkan lima peserta didik kelas XI dalam sesi bimbingan kelompok berdurasi 30 menit melalui empat tahapan terstruktur, yakni pembentukan, peralihan, inti, dan pengakhiran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik tentang definisi, penyebab, dampak, dan solusi perilaku menyontek. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih disiplin dan bersikap jujur dalam proses akademik. Kegiatan ini menegaskan bahwa layanan bimbingan kelompok yang dirancang secara sistematis dapat menjadi solusi nyata bagi sekolah mitra dalam mencegah perilaku menyontek dan memperkuat karakter peserta didik.
Etika Pergaulan dengan Teman Sebaya Melalui Bimbingan Konseling Kelompok Putri Zikwana Sinaga; Uli Makmun Hasibuan; Sri Putri Ramadhani; Naurah Kaila
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika dalam pergaulan merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial yang berfungsi sebagai pedoman bagi individu dalam membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Pada masa remaja, hubungan dengan teman sebaya memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku. Kurangnya pemahaman mengenai etika pergaulan dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial, seperti konflik, kesalahpahaman, perundungan, serta menurunnya rasa saling menghormati antarteman. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan etika pergaulan yang baik pada siswa. Salah satu layanan yang dapat digunakan adalah bimbingan konseling kelompok yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mempelajari nilai-nilai sosial yang penting. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya etika dalam pergaulan teman sebaya dan peran bimbingan konseling kelompok dalam membantu siswa mengembangkan perilaku sosial yang positif, meningkatkan hubungan interpersonal, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih mendukung.
PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BERINTERAKSI SOSIAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING DI SMK NEGERI 10 MEDAN Arfan Adrian; Uli Makmun Hasibuan; Hengkie Abdinusa Hia; Adli Ash Shidqi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berinteraksi sosial melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Cognitive Restructuring di SMK Negeri 10 Medan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026 dengan melibatkan lima siswa kelas XI DKV 3 yang menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah dalam berinteraksi sosial. Metode yang digunakan adalah layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan inti, dan pengakhiran. Teknik Cognitive Restructuring diterapkan untuk membantu siswa mengenali, menantang, dan mengubah pikiran-pikiran negatif yang menghambat keberanian mereka dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan verbatim pelaksanaan layanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pola pikir siswa menjadi lebih positif serta meningkatnya keberanian siswa dalam berbicara di depan umum, mengemukakan pendapat, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan teknik Cognitive Restructuring dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di lingkungan sekolah.  
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MENGENAI BERCANDA MENGARAH PADA BULLYING VERBAL DI SMP Bimbi Putri Ramadhani; Uli Makmun Hasibuan; Nailah Saherani Gunawan; Fauzah Darliana Siregar
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candaan yang sebenarnya sudah mengarah pada bullying verbal masih sering ditemui di lingkungan SMP, dan tidak jarang berdampak pada emosi, kepercayaan diri, maupun hubungan pertemanan siswa. Bersumber dari pengalaman langsung di lapangan, artikel ini melaporkan kegiatan pengabdian berupa layanan bimbingan kelompok yang bertujuan menekan perilaku bullying verbal pada siswa SMP Muhammadiyah 57 Medan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026, melibatkan empat sampai enam siswa kelas VII dalam satu sesi berdurasi 40 menit yang memadukan teknik bermain peran (sosiodrama) dengan diskusi kelompok, mengikuti empat tahap yaitu pembentukan, peralihan, inti, dan pengakhiran. Melalui sesi ini, siswa menjadi lebih mampu membedakan candaan yang wajar dengan tindakan yang sudah tergolong bullying verbal, tumbuh rasa empatinya terhadap pihak yang menjadi sasaran candaan, dan terlatih untuk menyampaikan ketidaknyamanannya secara asertif ketika candaan sudah melewati batas. Seluruh peserta terlibat aktif sepanjang kegiatan dan menyatakan kesediaannya untuk ikut menjaga suasana pertemanan yang lebih saling menghargai dan aman. Pengalaman ini menunjukkan bahwa sesi bimbingan kelompok yang dirancang dengan baik dapat menjadi salah satu cara bagi sekolah mitra untuk mencegah bullying verbal sekaligus menumbuhkan karakter prososial pada siswanya.