Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMOBILISASI EM4 PADA KARBON AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DEGRADASI AMONIA DALAM AIR LIMBAH INDUSTRI PUPUK Rizky Ibnufaatih Arvianto; Muhammad Zulfikar Luthfi; Muhamad Iqbal Putra; Adna Ivan Ardian; Suhirman; Denanda Clarasati Puteri; Ihsan Wiratama; Muhammad Nasyarudin Iqbal; Dennis Farina Nury; Jerry; Firman Ayub
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6240

Abstract

Latar Belakang: Air limbah industri pupuk umumnya mengandung amonia dalam konsentrasi tinggi yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan. Pengolahan biologis menggunakan Effective Microorganisms-4 (EM4) merupakan metode yang ramah lingkungan, namun stabilitas mikroorganisme sering menurun akibat perubahan pH dan suhu. Imobilisasi pada karbon aktif berpotensi meningkatkan stabilitas dan efektivitas proses biodegradasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengimobilisasi EM4 pada karbon aktif dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mikroorganisme serta efisiensi degradasi amonia pada limbah industri pupuk. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan perlakuan EM4 bebas dan EM4 terimobilisasi pada karbon aktif. Keberhasilan imobilisasi dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Stabilitas mikroorganisme diuji pada kondisi pH asam, pH basa, dan suhu tinggi (45–50°C). Konsentrasi amonia dianalisis menggunakan metode Nessler dengan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan biomassa mikroorganisme dianalisis menggunakan parameter Volatile Suspended Solid (VSS). Hasil: Analisis FTIR menunjukkan keberhasilan pelekatan biomassa EM4 pada karbon aktif. Pada kondisi pH asam dan basa, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99%, sedangkan EM4 bebas masing-masing hanya mencapai 37% dan 35%. Pada suhu tinggi, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi 96%, sedangkan EM4 bebas 34%. Pada limbah industri pupuk, EM4 terimobilisasi mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99% pada hari ke-20, lebih tinggi dibandingkan EM4 bebas sebesar 68%. Kesimpulan: Imobilisasi EM4 pada karbon aktif meningkatkan stabilitas mikroorganisme dan efisiensi degradasi amonia melalui sinergi adsorpsi dan biodegradasi. Teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan limbah industri yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan
ANALYSIS OF AMMONIA ASSIMILATION KINETICS AND DETERMINATION OF SUBSTRATE INHIBITION CONDITIONS IN VARIATIONS OF MOLASSES DOSE IN A BATCH REACTOR SYSTEM Muhammad Iqbal Putra; Rizky Ibnufaatih Arvianto; Suhirman Suhirman; Adna Ivan Ardian; Denanda Clarasati Puteri; Dennis Farina Nury; Muhammad Zulfikar Luthfi; Maghfira Arum Lestari
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 10, No 1 (2026): Volume 10, No 1 July 2026 (First Online)
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v10i1.115734

Abstract

The purpose of this study is to find the inhibitory phenomena caused by an excessive organic load and to estimate the ideal molasses dosage for ammonia assimilation by Saccharomyces spt. The experiment was carried out utilizing a batch reactor system with different molasses doses of 0, 5, 10, 15, and 20 mL at a constant starting ammonia content of 50 mg/L. Ammonia assimilation followed a pseudo-first-order model with a significant coefficient of determination R2 > 0.90 in the active dose range, according to the kinetic studies. The results confirmed that a dose of 10 mL was the optimum condition, producing the highest reaction rate constant (k) of 0.5107 day-1 and an ammonia reduction efficiency of 93.58%. On the other hand, raising dosage 20 mL caused a substrate inhibition phenomenon, which was marked by a drop in the k value to 0.2268 day-1 and a low ammonia reduction efficiency of 58.42% because of the initial acidification. The ammonia removal rate and biomass concentration (MLSS) had a very strong positive linear connection (r=0.98) according to Pearson correlation analysis, indicating that nitrogen assimilation with biomass growth-rather than physical volatilization-is the primary mechanism of removal. In order to optimize ammonia absorption performance without causing environmental toxicity, this study suggests a dose of 10 mL.