Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakterisasi Kandungan Karbohidrat dan Protein pada Berbagai Bahan Pangan Menggunakan Uji Kualitatif Benedict, Biuret, dan Fehling Maghfira Arum Lestari; Dennis Farina Nury; Puji Rahayu; Amelia Naomi Agustina; Muhamad Iqbal Putra; Rizky Ibnufaatih Arvianto; Adna Ivan Ardian; Diva Yustika; Mahesa Niko; Fajar Dwi
Jurnal Agrifoodtech Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/0vzsx757

Abstract

Karbohidrat dan protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan identifikasi kualitatif karbohidrat (gula pereduksi) dengan uji benedict dan uji fehling, serta melakukan identifikasi/konfirmasi protein dengan uji biuret pada berbagai sampel pangan, serta mendiskusikan interpretasi hasil uji. Pada uji biuret, perubahan warna menjadi ungu / violet menandakan adanya protein (ikatan peptida). Pada uji benedict, perubahan warna menjadi hijau berarti terdapat sedikit gula reduksi, kuning berarti sedang, oren berarti signifikan, dan terberntuk endapan merah bata berarti banyak terdapat gula reduksi. Pada uji fehing, hasil positif ditandai dengan berubahnya warna larutan biru menjadi hijau dan terdapat endapan merah bata. Pangan yang signifikan mengandung protein adalah tempe, ayam, nugget, sosis, dan telur mentah. Pangan yang mengandung protein tetapi tidak begitu siginifikan adalah roti tawar dan croissant. Bahan pangan yang tidak terdeteksi adanya kandungan protein pada uji biuret adalah mie dan jeruk nipis. Bahan pangan yang signifikan mengandung gula pereduksi adalah nasi, mie, croissant, dan roti tawar. Bahan pangan yang tidak begitu signifikan mengandung gula pereduksi adalah jeruk nipis, tempe, nugget, dan telur mentah. Bahan pangan yang tidak mengandung gula pereduksi pada penelitian ini adalah ayam dan sosis.
ANALYSIS OF AMMONIA ASSIMILATION KINETICS AND DETERMINATION OF SUBSTRATE INHIBITION CONDITIONS IN VARIATIONS OF MOLASSES DOSE IN A BATCH REACTOR SYSTEM Muhammad Iqbal Putra; Rizky Ibnufaatih Arvianto; Suhirman Suhirman; Adna Ivan Ardian; Denanda Clarasati Puteri; Dennis Farina Nury; Muhammad Zulfikar Luthfi; Maghfira Arum Lestari
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 10, No 1 (2026): Volume 10, No 1 July 2026 (First Online)
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v10i1.115734

Abstract

The purpose of this study is to find the inhibitory phenomena caused by an excessive organic load and to estimate the ideal molasses dosage for ammonia assimilation by Saccharomyces spt. The experiment was carried out utilizing a batch reactor system with different molasses doses of 0, 5, 10, 15, and 20 mL at a constant starting ammonia content of 50 mg/L. Ammonia assimilation followed a pseudo-first-order model with a significant coefficient of determination R2 > 0.90 in the active dose range, according to the kinetic studies. The results confirmed that a dose of 10 mL was the optimum condition, producing the highest reaction rate constant (k) of 0.5107 day-1 and an ammonia reduction efficiency of 93.58%. On the other hand, raising dosage 20 mL caused a substrate inhibition phenomenon, which was marked by a drop in the k value to 0.2268 day-1 and a low ammonia reduction efficiency of 58.42% because of the initial acidification. The ammonia removal rate and biomass concentration (MLSS) had a very strong positive linear connection (r=0.98) according to Pearson correlation analysis, indicating that nitrogen assimilation with biomass growth-rather than physical volatilization-is the primary mechanism of removal. In order to optimize ammonia absorption performance without causing environmental toxicity, this study suggests a dose of 10 mL.