Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Internet of Things (IoT) untuk monitoring status mesin produksi dengan integrasi dashboard analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan notifikasi Telegram. Sistem dikembangkan menggunakan metode Prototype dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Perangkat keras terdiri dari sensor arus ACS712, modul ADS1115, dan NodeMCU ESP8266 untuk mendeteksi kondisi lampu indikator Andon. Data status mesin dikirim menggunakan protokol HTTP menuju aplikasi berbasis Laravel, kemudian disimpan ke dalam basis data, dihitung nilai Availability, Performance, Quality, dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) secara otomatis. Perhitungan Output Produksi dilakukan menggunakan pendekatan Cycle Time sebesar 35 detik per produk, sedangkan notifikasi otomatis dikirim melalui Telegram Bot API ketika mesin berada pada kondisi STOP atau ERROR. Informasi sistem disajikan melalui Dashboard Monitoring, Dashboard OEE, Dashboard System Performance, dan Dashboard Log Notifikasi Telegram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mendeteksi lima kondisi mesin, yaitu RUNNING, IDLE, STOP, ERROR, dan OFF, kemudian mengirimkan data ke server secara real-time. Sistem mampu menghitung parameter Overall Equipment Effectiveness (OEE) secara otomatis berdasarkan data operasional mesin serta menampilkan hasil analisis melalui dashboard berbasis web. Selain itu, sistem berhasil mengirimkan notifikasi kepada Maintenance dan Supervisor Produksi (SPV) ketika terjadi kondisi STOP atau ERROR, sehingga informasi gangguan dapat diterima dengan lebih cepat. Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian, sistem yang dibangun telah berfungsi sesuai dengan perancangan dan mampu mendukung proses monitoring serta evaluasi efektivitas mesin produksi secara terintegrasi.