Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan pedoman yang berperan dalam menjamin keamanan, mutu, dan higienitas pangan pada setiap tahapan proses produksi. Penerapan GMP menjadi aspek yang sangat diperlukan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengingat tingginya risiko kontaminasi pangan yang dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan apabila standar keamanan pangan tidak diterapkan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penerapan GMP pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cileungsi, Kabupaten Bogor, serta mengidentifikasi akar penyebab ketidaksesuaian menggunakan metode 5W+1H untuk menyusun rekomendasi perbaikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, interpretasi, evaluasi, serta analisis 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek GMP telah diterapkan dengan baik, namun masih ditemukan ketidaksesuaian pada kondisi bangunan, fasilitas sanitasi, higiene penjamah makanan, pemeliharaan peralatan, dan pengendalian proses produksi. Analisis 5W+1H menunjukkan bahwa permasalahan dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas, belum optimalnya penerapan prosedur operasional, serta kurangnya pengawasan dan kedisiplinan tenaga kerja. Penerapan rekomendasi perbaikan diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan terhadap standar GMP, memperkuat keamanan pangan, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan