Rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kampus sering kali berakar pada ketidaksinkronan antara program kerja organisasi dengan kebutuhan riil mahasiswa di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Balanced Scorecard (BSC) sebagai instrumen manajemen strategis dalam meningkatkan student engagement di lingkungan Universitas Djuanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest) terhadap 35 pengurus organisasi kemahasiswaan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif yang mengukur empat perspektif BSC dan dimensi keterlibatan mahasiswa sebelum dan sesudah intervensi workshop intensif. Hasil analisis tahap awal (pre-test) menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta belum pernah terpapar materi BSC, dengan rata-rata pemahaman strategis yang rendah (15-45%). Namun, setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan lonjakan signifikan pada seluruh instrumen, terutama pada penguasaan empat perspektif BSC yang mencapai 95% dan literasi indikator kinerja (KPI) sebesar 88%. Mahasiswa mampu bertransformasi dari paradigma evaluasi administratif-tradisional menuju manajemen berbasis dampak yang mampu mendiferensiasi dimensi keterlibatan secara kognitif, perilaku, dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa BSC merupakan alat navigasi strategis yang efektif bagi organisasi mahasiswa untuk menciptakan program kerja yang relevan dan berkelanjutan. Implikasi penelitian menyarankan integrasi BSC ke dalam standar evaluasi universitas guna menjamin kualitas ekosistem akademik dan profesionalisme tata kelola kemahasiswaan.