Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Strategis Universitas Melalui Penerapan Balanced Scorecard untuk Transformasi Student Engangement di Universitas Djuanda Dede Nur Zaman; Dwi Ning Wahyuni Budi; Ifa Fachriyah; Ely Nurlaeli Nurlaeli; Waska Warta
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i6.2879

Abstract

Rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kampus sering kali berakar pada ketidaksinkronan antara program kerja organisasi dengan kebutuhan riil mahasiswa di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Balanced Scorecard (BSC) sebagai instrumen manajemen strategis dalam meningkatkan student engagement di lingkungan Universitas Djuanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest) terhadap 35 pengurus organisasi kemahasiswaan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif yang mengukur empat perspektif BSC dan dimensi keterlibatan mahasiswa sebelum dan sesudah intervensi workshop intensif. Hasil analisis tahap awal (pre-test) menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta belum pernah terpapar materi BSC, dengan rata-rata pemahaman strategis yang rendah (15-45%). Namun, setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan lonjakan signifikan pada seluruh instrumen, terutama pada penguasaan empat perspektif BSC yang mencapai 95% dan literasi indikator kinerja (KPI) sebesar 88%. Mahasiswa mampu bertransformasi dari paradigma evaluasi administratif-tradisional menuju manajemen berbasis dampak yang mampu mendiferensiasi dimensi keterlibatan secara kognitif, perilaku, dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa BSC merupakan alat navigasi strategis yang efektif bagi organisasi mahasiswa untuk menciptakan program kerja yang relevan dan berkelanjutan. Implikasi penelitian menyarankan integrasi BSC ke dalam standar evaluasi universitas guna menjamin kualitas ekosistem akademik dan profesionalisme tata kelola kemahasiswaan.
Integrasi Nilai Ki Hajar Dewantara di Kampus UPB: Solusi Holistik Kesehatan Mental Gen Z dari Ancaman Bullying: Pengabdian M. Andriana Gaffar; Dede Nur Zaman; Dwi Ning Wahyuni Budi; Eka Taruna Putra; Ely Nurlaeli; Ifa Fachriyah; Nizmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4717

Abstract

Krisis kesehatan mental pada Generasi Z akibat perundungan (bullying) di lingkungan perguruan tinggi menuntut solusi yang sistemis dan holistik, melampaui sekadar sanksi administratif formal. Kerentanan psikologis mahasiswa di tengah dinamika sosial kawasan industri Cikarang yang kompetitif, sehingga memerlukan restorasi nilai melalui filosofi pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep Tri-Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara ke dalam ekosistem kampus Universitas Pelita Bangsa sebagai strategi preventif perundungan dan perlindungan kesehatan mental mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat melalui workshop interaktif, coaching, dan evaluasi partisipatif yang melibatkan 32 mahasiswa semester 1 Jurusan Teknik Informatika. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kognitif yang signifikan, di mana 78,1% mahasiswa kini memahami sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter. Secara empiris, hasil post-test menunjukkan kenaikan skor yang stabil pada seluruh instrumen dibandingkan pre-test, yang membuktikan efektivitas internalisasi nilai dalam mengubah paradigma mahasiswa mengenai dampak klinis bullying terhadap rasa percaya diri. Kesimpulannya, implementasi nilai-nilai Ki Hajar Dewantara berhasil menciptakan kesadaran kolektif dan komitmen strategis yang ditandai dengan rencana pembentukan Satgas PPKS di lingkungan universitas. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya perguruan tinggi untuk mengadopsi kearifan lokal dalam membangun sistem pendukung kesehatan mental yang inklusif, guna mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki resiliensi karakter yang kuat di era digital.